POTRET SENI & BUDAYA

Penulis: Rahman Jasin
Putri Serindang Bulan (Bagian 18)

KARANG NIO Menarik nafas dalam-dalam.  Sambil mengernyitkan dahi, Karang Nio melepas senyum. ‘’Tadi malam, kanda sudah menemukan cara untuk menyelamatkan dinda,’’ kata Karang Nio. ‘’Bagaimana caranya kak?’’ Serindang balik bertanya. ‘’Engkau akan ku hanyutkan di Sungai Ketahun dengan rakit bambu. ...

Read More »

Penulis: Rahman Jasin
Putri Serindang Bulan (Bagian 17)

BEGITU Keluar pintu umeak mego, Karang Nio dan Serindang bergegas berlari meninggalkan umeak mego. Setelah berlari cukup jauh, Serindang menghentikan langkah. ‘’Kita istirahat dulu kak. Kakiku sakit,’’ ucap Serindang dengan nafas tersengal-sengal. Cahaya keemasan menyeruak di ufuk timur. Buana membuka ...

Read More »

Penulis: Rahman Jasin
Putri Serindang Bulan (Bagian 16)

PUTRI Serindang Bulan mendadak terjaga dari tidur ketika suara langkah mendekati biliknya. Pelan pelan Serindang beranjak dari tempat tidur dan bergerak menuju pintu bilik. Ditempelkannya telinga kanan ke daun pintu. Sehingga suara langkah kaki terdengar lebih jelas. ‘’Siapa..?’’ Serindang mengernyitkan ...

Read More »

Penulis: Rahman Jasin
Putri Serindang Bulan (Bagian 14)

KARANG Nio tercenung sejenak. Sambil menarik nafas dalam-dalam putra Rajo Mawang ini beringsut menepi. Pikirannya kacau. Kendati begitu Karang Nio tetap berusaha menyembunyikan kegalauannya. ‘’Ingat. Jangan sampai ayahanda tahu. Engkau harus berhati-hati agar tidak ada yang melihat saat engkau membunuh ...

Read More »

Penulis: Rahman Jasin
Putri Serindang Bulan (Bagian 13)

TUBUH Karang Nio bergetar menahan amarah yang membuncah di dada. Sambil menarik nafat berat dan panjang, Karang Nio berucap ‘’Kalau begitu…’’. Namun, perkatan Karang Nio langsung disambar Geto. ‘’Kalau begitu, engkau yang harus membunuh Serindang,’’ kata Geto dengan nada tinggi. ...

Read More »

Penulis: Rahman Jasin
Putri Serindang Bulan (Bagian 12)

MENDENGAR Pendapat Karang Nio, putra sulung Rajo Mawang, Ki Geto  kontan pitam. Kedua bola matanya yang  besar dan bundar tampak melotot. Giginya menggemeretak menahan marah. ‘’Tidak. Ketika harga diri tercoreng, nyawa taruhannya..!!’’ teriak Geto sambil memandangi wajah Karang Nio dengan ...

Read More »

Penulis: Rahman Jasin
Putri Serindang Bulan (Bagian 10)

DUA Bola mata Pangeran Tanah Rikung sontak terbelalak. Kaget, ketika melihat wajah Serindang yang dipenuhi bintik-bintik kemerahan. ‘’Pangeran..’’ tuo rombongan Tanah Rikung langsung mencolek tangan pangeran. ‘’Putri ini sakit. Kasihan..!!’’ bisiknya. ‘’Apakah pangeran masih ingin menyuntingnya?” lanjut tuo rombongan sambil ...

Read More »

Penulis: Rahman Jasin
Putri Serindang Bulan (Bagian 9)

PANGERAN Tanah Rikung terus menatap Serindang dalam-dalam. Pangeran berusaha mengamati wajah Serindang yang tertutup selendang tipis berwarna merah. Namun, Pangeran tak juga melihat wajah Serindang dengan jelas. ‘’Paman, bolehkah aku melihat wajah putri?’’ tanya Pangeran. Sambil menarik nafas berat, tuo ...

Read More »