Kadis PUPR Kepahiang, Rudi Sihaloho, ST.

Dinas PUPR Perpanjang Kontrak 3 Proyek SMI

KEPAHIANG– Kadis PUPR Kepahiang, Rudi Andi Sihaloho, ST, telah memperpanjang masa kerja 3 kontraktor pelaksana pembangunan jalan hotmix yang tidak selesai sesuai kontrak, 24 April – 24 November 2020.

Ketiga proyek pembangunan jalan hotmix yang dibiaya dana pinjaman dari SMI senilai Rp 46 miliar itu diperpanjang Februari 2021. Ketiga paket pembangunan jalan hotmix itu adalah, jalan Cintamandi – Damar Kencana senilai Rp 18 miliar,  jalan Renah Kurung – Batu Bandung Rp 10 miliar. Serta jalan pusat perkantoran dinas instansi Pemkab – Barat Wetan senilai Rp 18 miliar.

‘’Kontraknya memang dari 24 April – 24 November 2020. Namun, kontraktor baru efektif bekerja Bulan Agustus – November. Karena masuk masa pandemic covid-19. Sehingga periode April – Juni kontraktor tidak bisa kerja karena lockdown. Bulan Juli baru new normal. Jadi, awal Agustus kontraktor baru bisa kerja. Saat mulai kerja curah hujan tinggi. Akibatnya, kontraktor tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Atas pertimbangan kendalam yang terjadi di lapangan  inilah kita masih memberikan toleransi perpanjangan waktu hingga Februari 2021. Jika hingga masa perpanjangan pekerjaan tidak juga selesai, baru kita lakukan pemutusan kontrak terhadap ketiga kontraktor pelaksananya,’’ jelas Rudi.

Diakui Rudi, Iwan Setiawan, ST selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) proyek itu telah mengundurkan diri terhitung 25 November 2020.

‘’PPTK-nya mengundurkan diri. Makanya, kita akan tunjuk PPTK penggantinya,’’ ujar Rudi tanda menjelaskan alasan pengunduran diri Iwan Setiawan selaku PPTK.

Keterlambatan pelaksanaan pembangunan 3 jalan hotmix itu disorot anggota DPRD Kepahiang, Eko Guntoro dan M Anshori.

‘’Kita minta kontraktor pelaksana pembangunan 3 jalan hotmix diputus kontrak dan diganti dengan kontraktor yang lebih mampu dan profesional. Soalnya, hingga masa kontrak berakhir 24 November 2020, ketiga kontraktor itu baru menyelaikan 14, 9 persen pekerjaannya. Ini membuktikan ketidakseriusan kontraktor dalam melaksanakan pekerjaannya,’’  tutur Anshori dan Eko Guntoro. (rjs)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*