Kajari Kepahiang, Ridwan bersama Kasi Pidsus, Riky Musriza dan Kasi Intel, Arya Marsepa. (foto. rahman jasin)

Kejari Selamatkan Kerugian Negara Rp.336,7 Juta

KEPAHIANG– Periode Januari – Desember 2020, Kejari Kepahiang berhasil menangani 25 perkara korupsi. Terdiri dari 2 kasus dalam tahap penyelidikan (Lid), 5 kasus proses penyidikan, 9 dalam proses penuntutan, 4 perkara putus. 2 kasasi dan 3 dalam proses persidangan.

‘’6 tersangka berhasil dieksekusi dan kerugian negara yang diselamatkan senilai Rp 336.727.973. Kerugian negara itu berasal dari  tindak pidana korupsi di Desa Embong Sido senilai Rp 276.727.973. Ditambah pidana korupsi di Desa Daspetah senilai Rp 60.000.000,’’ jelas Kajari Kepahiang, Ridwan, SH melalui Kasi Intelijen, Arya Marsepa, SH, MH kepada potretbengkulu.com, Selasa, (22/12).

Dikatakan, sebelumnya,  Kejari telah menahan 2 tersangka tindak pidana korupsi pengadaan lahan Kantor Camat Tebat Karai.

‘’Kedua tersangka yang ditahan itu adalah AR, mantan anggota DPRD Kepahiang periode 2014-2019. Serta AS selaku PPTK pengadaan lahan. Kerugian negara dibalik pengadaan lahan itu mencapai Rp 281.063.000,’’ ujar Arya.

Perbuatan tersangka AR dan AS itu tutur Arya, dijerat pasal 2 ayat 1 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Subsidair pasal 3 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

‘’Khusus tersanga AR dijerat pasal berlapis. Yakni pasal 12 hurup I UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 Tahun 2001,’’  kata.

Selain itu lanjut Arya Marsepa, Kejari Kepahiang juga telah meraih penghargaan wilayah bebas dari korupsi (WBK). Penghargaan itu telah diserahkan Wapres RI, Ma’ruf Amin secara virtual, Senin, lalu.

‘’Ini prestasi Kejari yang membanggakan. Betapa tidak, dari 50 Satker yang menerima penghargaan WBK itu salah satunya adalah Kejari Kepahiang,’’ demikian Arya Marsepa. (rjs)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*