Tim hukum SR saat melaorkan dugaan kecurangan SAHE ke Bawaslu Prov Bengkulu, Jum'at (20/11)

Tim Hukum SR Laporkan SAHE ke Bawaslu Prov

REJANG LEBONG– Dinamika politik di Rejang Lebong menjelang Pilkada Serentak 2020  kian  hangat. Terbukti, apapun bentuk dugaan kecurangan langsung dilaporkan ke Bawaslu. Salah satunya dugaan  kecurangan terstruktur, sistematis dan masiv (TSM) yang ditenggara dilakukan Paslon Bupati-Wabup Rejang Lebong, Syamsul – Hendra (SAHE)  telah dilaporkan tim hukum Paslon Susilawati-Ruswan (SR) ke Bawaslu Prov Bengkulu, Jum’at, (20/11).

“Tadi siang, kami secara resmi telah melaporkan Paslon Syamsul – Hendra (SAHE)  Bawaslu Prov. Laporan itu dilengkapi dengan bukti-bukti yang kita dapat. Seperti rekaman suara beberapa pertemuan  ASN dilingkup Pemda Rejang Lebong dikoordinir oknum ASN,’’ ungkap tim hukum Paslon Susilawati – Ruswan (SR) terdiri dari, Agustam Rachman, SH, MAPS, Fitriansyah, SH, Aan Julianda, SH dan Syamsul Ariffin, SH, Aprinaldi, S.H dalam keterangan persnya.

Dikatakan, dugaan kecurangan itu diperkirakan sudah dilakukan sejak masa kampanye.

‘’Kecurangan tersebut diduga dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) dengan cara memanfaatkan kedudukan dan kewenangan salah satu pejabat daerah untuk memerintahkan / melibatkan seluruh ASN agar aktif secara bersama sama mendukung dan mempengaruhi pemilih lainnya dengan memberikan dan /atau menjanjikan materi.  Kecurangan seperti ini masuk dalam kategori dugaan pelanggaran Administrasi TSM,’’ tutur Agustam.

Atas dasar temuan kecurangan itu, Agustam meminta Bawaslu Prov sesuai kewenangannya dapat memeriksa dan memutuskan mendiskualifikasi Paslon Syamsul – Hendra yang diduga melakukan kecurangan TSM.

Soalnya lanjut Agustam, kecurangan TSM ini harus ditindak karena melibatkan aparatur negara.

‘’Jika tidak ditindak maka harapan kita terhadap pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati di Rejang Lebong akan berjalan secara jujur dan fair tidak akan mungkin  terwujud,’’ demikian Agustam.

Ketika dikonfirmasikan, anggota Bawaslu Prov, Halid Syaifullah, SH, MH mengaku sudah menerima laporan yang disampaikan tim hokum SR.

‘’Laporan tim Hukum SR kita pelajari dulu. Sebab, laporannyakan baru masuk sore tadi. Apakah persyaratan laporannya itu sesuai dengan pokok laporan ini perlu kita pelajari dulu,’’ kata Halid kepada potretbengkulu.com. (rls)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*