Koorlap masa aksi mahasiswa menyerahkan pernyataan sikap kepada Kadis Perdagangan, Koperasi dan UKM Kepahiang, Rabu, 14 Oktober 2020. (foto. rahman jasin)

Harga Gas Melon ‘’Melambung’’ Mahasiswa Gelar Aksi

KEPAHIANG– Langka dan mahalnya gas elpiji 3 kg atau gas melon di Kepahiang  hingga mencapai Rp 35.000 – Rp 40.000 per tabung, langsung disikapi Aliansi Mahasiswa Kepahiang bergerak. Terbukti, massa mahasiswa langsung menggelar aksi damai di Kantor Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kepahiang dan DPRD Kepahiang, pukul 11.00 WIB, Rabu, (14/10).

Aksi berjalan aman tertib dan lancar karena dikawal ketat personel Polres Kepahiang. Di Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM massa 9 mahasiswa itu diterima Kadis Perdagangan, Koperasi dan UKM, Husni Thamrin.  Koorlap aksi, Satria Jaya Kesuma dan Sandes Syahputra menyampaikan masalah langka dan mahalnya harga gas melon di Kepahiang.

‘’Saat ini, harga gas elpiji 3 Kg di warung-warung jauh diatas HET Rp.15.900. Yakni, mencapai Rp 35.000 – Rp 40.000. Untuk itu, kami minta Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM melakukan pengawasan di lapangan,’’ kata Satria.

Massa aksi mahasiswa saat tiba di DPRD Kepahiang, Rabu, 14 Oktober 2020. (foto. rahman jasin)

Usai berorasi, mahasiswa langsung menyampaikan pernyataan sikap berisi 3 tuntutan. Pertama,  meminta Dinas Perdagangan untuk menindaklanjuti Perpres No.104 Tahun 2017 tentang penyediaan, pendistribusian dan penerapan harga gas elpiji 3 kg. Kedua, memberikan sanksi secara tegas  bagi pelanggar terhadap point 1. Ketiga, memintak Dinas Perdagangan, Koperasi UKM untuk melakukan pengawasan terhadap ketersediaan dan kesetabilan harga gas elpiji 3 kg di Kepahiang. Pernyataan sikap itu diterima Husni dan langsung ditandatangani dan stempel dinas.

Dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, para mahasiswa langsung bergerak menuju DPRD. Di ‘’rumah rakyat’’ ini, massa mahasiswa diterima 5 anggota dewan. Yakni, Nanto Usni, Hariyanto, Eko Guntoro, Hendri dan Okta Sinova. Serta dihadiri Kadis Perdagangan, Koperasi dan UKM.

Mahasiswa menyampaikan harga gas melon yang melambung saat dialog dengan anggota DPRD Kepahiang, Rabu, 14 Oktober 2020. (foto. rahman jasin)

Dihadapan wakil rakyat, Satrio menyampaikan pernyataan sikap sikap berisi 3 point tuntutan. ‘’Kami berharap stok dan harga gas elpiji 3 kg di Kepahiang stabil. Sayangnya, Dinas Perdagangan tidak memiliki data tentang berapa kuota gas untuk Kepahiang, kalau terjadi pengurangan kuota berapa banyak.  Karena tidak punya data, bagaimana Dinas Perdagangan melapor ke Provinsi terkait distribusi dan mekanisme penjualannya. Untuk itu, kami meminta para anggota dewan untuk mengawasi stok dan distribusi gas elpiji 3 kg,’’ ujar Sandes.

Nanto Usni bersama beberapa anggota dewan saat menerima aspirasi mahasiswa, Rabu, 14 Oktober 2020. (foto. rahman jasin)

Menanggapi pernyataan mahasiswa, Eko Guntoro langsung meminta Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM untuk melakukan pertemuan dengan Pertamina Bengkulu sekaligus meminta data terkait stok dan distribusi gas melon.

‘’Selain itu, kita juga meminta Dinas Perdagangan untuk melakukan pengawasan di lapangan. Jika ada agen, pangkalan atau warung yang ‘nakal’ kita minta agar izinya dicabut,’’ paparnya.

Sementara Kadis Perdagangan, Koperasi UKM Kepahiang, Husni Thamrin mengaku siap menindaklanjuti tuntutan para mahasiswa. ‘’Di Kepahiang ini ada 2 agen gas elpiji 3 kg. Tapi, kita tidak tahu berapa kuota untuk Kepahiang. Kita juga tidak tahu berapa banyak pengurangan kuota. Kit ajuga tidak tahu mekanisme penyalurannya. Untuk itu, kita akan cari tahu apa permasalahan mendasar terkait naiknya harga gas ini,’’ kata Husni. (rjs)

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*