Pembeli BBM bio solar dengan jerigen ikut antre di SPBU Pekalongan, Rabu, 30 September 2020.

Tiap Hari di SPBU Pekalongan
Antrean Relatif Pendek Tempo 2,5 Jam 8 Ton Bio Solar Ludes

KEPAHIANG– Tiap hari tempo 2,5 jam stok BBM jenis bio solar di SPBU Pekalongan, Ujan Mas, Kepahiang ludes. Padahal, antrean kendaraan pengguna bio solar relatif pendek.

Akibat stok bio solar yang cepat habis itu, para pengendara terpaksa membeli bio solar dipedagang pengecer di depan SPBU dengan harga lebih tinggi. Yakni, 6500 per liter. Sedangkan HET bio solar di SPBU Rp 5.100 per liter.

‘’Maso baru jam 09.15 WIB, stok bio solar sudah habis. Padahal antrean kendaraan pengguna solar tergolong pendek,’’ ungkap R Jasin, salah seorang pengendara yang kecewa  karena ikut antrean tapi tak kebagian bio solar pukul 09.15 WIB, Rabu, (30/9).

Waka I DPRD Kepahiang, Andrian Defandra, SE, MSi

Salah seorang operator pompa di SPBU itu menjelaskan bahwa stok bio solar yang masuk SPBU setiap hari sebanyak 8 ton. ‘’Setiap hari bio solar habis di bawah jam 09.30 WIB. Sebab, banyak pembelinya. Besok pagi-pagi ajo pak,’’ ujar petugas meyakinkan.

Dari pemantauan potretbengkulu.com,  pembeli bio solar di SPBU Pekalongan didominasi ‘’pengunjal’’ yang membeli bio solar dengan jerigen. 1 pembeli bisa membeli 5 – 10 derijen. Tiap jerigen berkapasitas 35 liter. Didapat informasi, para pengunjal membeli bio solar dengan harga diatas HET.

Sementara Waka I DPRD Kepahiang, Andrian Defandra, SE, MSi, sangat menyayangkan kebijakan SPBU yang terkesan tidak mengontrol aktivitas ‘’pengunjal’’. Dampaknya, para pengendara pengguna bio solar jadi kesulitan untuk mendapatkan bio solar.

Stok bio solar di SPBU Pekalongan, Ujan Mas, Kepahiang, habis pukul 09.15 WIB, pengendara terpaksa membeli di kios pengecer, Rabu, 30 Sep 2020.

Kondisi penjualan bio solar di SPBU Pekalongan berbanding terbalik dengan SPBU Kelobak. Setiap kendaraan yang membeli bio solar petugas SPBU langsung mencatat plat nomor polisi kendaraannya. Lalu, supir atau pembeli bio solar dimintai no HP untuk dicatat petugas operator.

‘’SPBU Pekalongan itukan berada di jalur lintas Lubuklinggau – Curup – Kepahiang – Bengkulu dan Lubuklinggau – Curup – Kepahiang – Empat Lawang. Seharusnya pihak SPBU dapat mengatur penjualan bio solar agar para penggendara pengguna bio solar yang membutuhkan untuk melanjutkan perjalan dapat terbantu. Tapi, kalau pembelinya didominasi pengunjal pakai jerigen ini sangat tidak dibenarkan. sebenarnya pembelian bio solar untuk usaha tetap diperbolehkan. Tapi, tetap harus memenuhi ketentuannya. misalnya pembeli haru memperlihatkan izin usaha dan pembeliannya juga dibatasi paling banyak 200 liter. Ini yang perlu diperhatikan pihak SPBU,’’ kata Andrian Defandra.

Untuk itu, Andrean Defandra berjanji akan meminta penjelas Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kepahiang. ‘’Dalam waktu dekat kita akan menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM. Kita ingin, penjualan bio solar di SPBU itu dapat ditertibkan,’’ tegas Andrian. (rjs)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*