gambar ilustrasi

Menilik Kekuatan Kandidat (bagian 3)
Bando Dukung Ujang-Daus, Jhon Latif Perkuat Dayat-Nata

KEPAHIANG– ‘’Genderang perang‘’ head to head dalam Pilkada Kepahiang 2020 mulai menggelegar. Dua kubu kandidat, Dayat-Nata dan Ujang-Daus, sama-sama

Berjuang merebut simpati masyarakat. Beragam  taktik dan strategi komunikasi poltik digulirkan untuk merebut dukungan  107.533 pemilih yang saat ini tercantum dalam daftar pemilih sementara (DPS) Pilkada 2020

Bagaimana kekuatan kedua kubu? Ikuti penelisikan dan penyisiran Rahman Jasin dari potretbengkulu.com.

Dua paslon bupati/wabup Kepahiang yang siap ‘’bertarung’’ dalam Pilkada 2020 tampak berusaha merebut dukungan tokoh dan pemuka masyarakat Kepahiang untuk memenangkan Pilkada yang akan digelar, 9 Desember 2020.

Bando Amin mendukung Paslon Ujang – Daus. (foto. rahman jasin)

Misalnya, kubu Ujang Syarifudin – Firdaus Djailani (Ujang-Daus) dengan nomor urut 1 berhasil mendapatkan ‘’suntikan energi’’ dengan bergabungnya mantan Bupati Kepahiang, Bando Amin C Kader,MM.

Sedangkan Paslon nomor urut 2, Hidayatullah – Zurdi Nata juga mendapat energi serupa dari Jhon Kenedi Latief, salah satu ‘’jenang’’  yang masih bersaudara dengan Bando.

Bando dan Jhon, sama-sama dikenal sebagai ahli strategi politik.  Jika Bando mengklaim masih memiliki ‘’Pasukan Obama’’ tim pemenangan Bando dalam Pilkada sebelumnya. Namun, Jhon Latief dikenal piawai dalam merebut dukungan pemilih.

Jhon Latief merapat dan mendukung Paslon Dayat – Nata. Tampak Jhon Latief foto bersama Hidayatullah Sjahid usai menyerahkan Rumdin dan kendaraan dinas kepada Wabup, Neti Herawati yang saat ini menjabat Plh.Bupati, Senin, 28 September 2020.  (foto. rahman jasin)

‘’Saya mendukung Ujang-Daus karena paslon ini siap melanjutkan program pembangunan yang belum sempat saya tuntaskan ketika saya menjabat 2 periode Bupati Kepahiang. Diantaranya,  jalan ring road Tebat Monok – Kelobak yang saat ini terbengkalai,’’ kata Bando Amin saat mengunjungi Posko Ujang – Daus.

Selain itu, lanjut Bando, Ujang – Daus juga siap merealisasikan program ‘’sentra ungu’’ yang merupakan program pengembangan sector pertanian dan peternakan. Yakni, pengembangan komoditas lada dengan teknologi tepat guna.

‘’Dengan teknologi yang kita adopsi dari Thailand, petani  bisa meningkatkan produksi lada menjadi 24 kg per batang. Sedangkan tanaman tumpang sari yang dikembangkan di sela-sela tanaman lada akan ditanami kapulaga. Jika pola pengembangan lada dan kapulaga ini digarap optimal, maka, petani dakan bisa mendapatkan Rp 50 juta per hectare per panen. Ini komitmen Ujang-Daus dalam memacu peningkatan pendapat petani kita,’’ tutur Bando.

Sedangkan Jhon Latief tidak terlalu banyak mengomentari keberadaan dalam mendukung Dayat-Nata.

‘’Alasan saya mendukung Dayat-Nata karena pasangan ini sangat berkwalitas. Sebagai figure incumbent, Pak Dayat sudah terbukti dalam mendukung percepatan pembangunan Kepahiang. Jadi, Pak Dayat tinggal melanjutkan program yang sudah digulirkan. Serta siap menggulir program-program baru yang muaranya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepahiang. Inilah yang membuat saya bersedia mendukung kemenangan Dayat-Nata,’’ demikian Jhon Latief.(bersambung)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*