Komisioner KPU Kepahiang, Supran Efendi, S.Sos.I, MPd saat menyampaikan materi sosialisasi kampanye. (foto. rahman jasin)

Dari Sosialisasi Kampanye KPU
Debat Publik Tanpa Pendukung Paslon

KEPAHIANG– Komisioner KPU Kepahiang, Supran Effendi, S.Sos.I, MPd dari divisi sosialisasi, pendidikan pemilih, partisipasi masyarakat dan SDM,  memaparkan teknis pelaksanaan kampanye Paslon bupati/wabup Kepahiang dalam pemilihan 2020. Sosialisasi PKPU No 13 Tahun 2020 dilaksanakan di Hotel Umroh Kepahiang dan dipandu Marlon Sinaga, pukul 13.00 WIB, Jum’at, (25/9).

Sosialisasi dihadiri Ketua KPU, Mirzan P Hidayat, S.Sos dan 3 komisioner lain, Ikrok dan Syamsul Komar, SP. Serta diikuti utusan parpol pengusul Paslon Ujang-Daus dan Paslon Dayat-Nata. Kadis Kominfo, Kepala BPBD, Satpol PP, LO kedua paslon dan PPK. Termasuk Bawaslu Kepahiang.

‘’Kampanye dilaksanakan selama 71 hari. Yakni, 26 September – 5 Desember 2020. Kampanye terdiri dari pertemuan terbatas dengan peserta maksimal 50 orang dan tetap menetapkan protokol kesehatan.penyebaran bahan kampanye kepada umum. Serta pemasangan alat peraga atau kegiatan lain,’’ kata Supran.

Komisioner KPU Kepahiang, Supran Efendi, S.Sos.I, MPd saat menyampaikan materi sosialisasi. (foto. rahman jasin)

Sedangkan debat publik lanjut Supran, dilaksanakan  di dalam studio lembaga penyiatan publik. Dan hanya dihadiri komisioner KPU, 4 orang tim kampanye paslon. Serta 2 orang dari Bawaslu.

‘’Jadi, debat publik tidak menghadirkan undangan penonton atau pendukung paslon. Debat dapat ditayangkan melalui siaran tunda jika tidak jika tidak bisa melakukan siaran langsug,’’ ujar Supran.

Penayangan iklan melalui media cetak, media elektronik, media sosial dan media daring yang dilaksanakan 22 November-5 Desember 2020.

‘’Alat peraga kampanye dicetak KPU untuk setiap paslon. Terdiri dari baliho sebanyak 5 baliho per kabupaten dengan ukuran 4 X 7 meter. 20 umbul-umbul per kecamatan dengan 5 X 1,15 meter. Serta  2 spanduk per desa/kelurahan dengan ukuran 1,5 meter X 7 meter. Setiap paslon dapat mencetak dan memasang APK paling banyak 200 persen dari jumlah maksimal. Yakni, 10 baliho, 40 umbul-umbul dan 4 spanduk,’’ kata Supran.

Tim Paslon Ujang-Daus dan Dayat – Nata saat mengikuti sosialisasi kampanye yang dilaksanakan KPU di Hotel Umroh Kepahiang, Jumat, 25 September 2020. (foto. rahman jasin)

Sedangkan bahan kampanye  yang dapat dicetak paslon berupa poster berukuran 40 X 60 CM, pamflet berukuran 21 X 29,7 CM. Serta brosur terbuka 21 X 29,7 CM atau terlipat 21 X 9,9 CM. Dan selebaran berukuran 9,9 X 21 CM.

Dal sesi tanya jawab, Mus Mulyadi dari tim Paslon Ujang – Daus meminta KPU untuk menertibkan striker di mobil dinas yang bertuliskan ‘’Berlanjut”.

‘’Kami dari Perindo sebagai pengusung Paslon Ujang-Daus meminta striker mobil dinas yang bertuliskan ‘berlanjut’. Kita ingin pemilihan di Kepahiang berjalan aman, tertib dan lancar. Sebab, kita semua bersaudara,’’ tanya Mus Mulyadi.

‘’Ini ranah Bawaslu. Kalau memang ada mobil yang membuat logo tertentu laporkan saja untuk diproses Bawaslu,’’  jawab Supran.

Hardianto selaku LO Paslon Dayat – Nata, meminta penjelasan KPU terkait jadwal titik-titik kampanye pertemuan terbatas  yang akan akan dilaksanakan Paslon.

‘’Jadwal kampanye pertemuan terbatas agar tidak terjadi benturan hari pelaksanaannya, maka, paslon harus melapor ke kepolisian dan Bawaslu. Lokasi pemasangan APK berupa umbul-umbul di kecamatan dan spanduk di desa ditetapkan melalui SK KPU No. 115/PL-02.4.Kpt/1708/KPU-Kab/IX/2020 tanggal  16 September 2020,’’ jawab Supran.

Bahrun Surbakti menanyakan keberadaan  individu yang mengajak siapa saja untuk mendukung salah satu paslon.

‘’Kapal ASN dan perangkat desa tetap dilarang untuk  mengajak masyarakat untuk mendukung dan memilih salah satu paslon. Kalau masyarakat biasa silahkan saja. Kan hanya sebatas mengajak,’’ terang Supran.

Hingga berita ini ditayangkan pukul 14.05 WIB, sosialisasi kampanye masih berlangsung. (rjs)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*