gambar ilustrasi

Menilik Kekuatan Kandidat (bagian 2)
‘’Perang Jenang’’ Kepahiang Terbelah

KEPAHIANG– ‘’Genderang Perang’’ head to head Pilkada Kepahiang 2020 mulai menggelegar. Dua kubu kandidat Hidayatullah Sjahid-Zurdi Nata (Dayat – Nata) dan Ujang Syarifudin-Firdaus Djailani (Ujang – Daus) sama-sama berjuang merebut simpati masyarakat. Beragam taktik dan strategi komunikasi politik digulirkan untuk meraup dukungan dari 107.533 suara dalam daftar pemilih sementara (DPS) Pilkada 2020.

Bagaimana kekuatan  kedua kubu? Ikuti penelisikan dan penyisiran rahman jasin dari potretbengkulu.com.

Dari sisi kekuatan parpol pengusung, kedua kubu  tampak berimbang.  Dayat – Nata yang didukung Nasdem, Hanura, PKS dan Golkar dalam Pemilu Legislatif 2019 berhasil mengumpulkan total suara 40.315 suara sebagaimana tertuang dalam Keputusan KPU Kepahiang No.100/HK.03.1-Kpt/1708/KPU-Kab/VII/2019 Tentang Penetapan Perolehan Kursi Parpol Peserta Pemilu Anggota DPRD Kepahiang 2019 tanggal 22 Juli 2019. Nasdem, Hanura, PKS dan Golkar merebut 13 kursi DPRD Kepaiang. Rinciannya, Nasdem 7  kursi dengan 18.964 suara, Hanura 2 kursi dengan 5791 suara, PKS 1 kursi dengan 4510 suara dan Golkar 3 kursi dengan 11.050 suara.

Sedangkan  6 parpol pengusung Ujang – Daus mendulang  39.033 suara dengan 12 kursi. Terdiri dari PDIP merebut 7362 suara (2 kursi), Demokrat 8739 suara (3 kursi), PPP meraih 4025 suara (1 kursi). Ditambah, PKB merebut 9267 suara (3 kursi), Gerinda meraup 5606 suara (2 kursi) dan Perindo dengan 4034 suara dengan 1 kursi di DPRD Kepahiang.

Komisioner KPU Kepahiang, Syamsul Komar, SP menyerahkan BA hasil pemeriksaan dokumen pendaftaran Hidayat-Nata, Minggu, 6 September 2020. (foto. rahman jasin)

 Jika kekuatan parpol pengusung kedua kandidat nyaris imbang, lalu apa yang menjadi keunggulan masing-masing kubu. Salah satunya adalah kekuatan  para ‘’jenang’’ yang akan ‘’mengemas’’ sekaligus ‘’menjual’’ para kandidat untuk mendapatkan dukungan masyarakat.

Dikubu Dayat – Nata ada sederet ‘’jenang’’ yang prestasinya sudah teruji dalam Pemilu Legislatif 2019. Para ‘’jenang’’ Dayat – Nata itu diantaranya, Windra Purnawan, SP (Nasdem) yang saat ini menjabat Ketua DPRD Kepahiang. Windra menjadi ‘’jenderal’’ penentu kemenangan Dayat – Nata.

Di Dapil I Wilayah Kecamatan Ujan Mas – Merigi, Dayat – Nata memiliki Saparudin. Di Dapil II wilayah Kecamatan Kepahiang ada Windra Purnawan (Nasdem) dan Hendri (Golkar). Di Dapil III wilayah Bermani Ilir – Muara Kemumu, Dayat – Nata memiliki Holil Anwar (Nasdem) yang kini duduk sebagai anggota DPRD Prov Bengkulu dan Darmawansyah (Golkar) anggota DPRD Provinsi Bengkulu. Khusus di Dapil IV, wilayah Seberang Musi, Kabawetan dan Tebat Karai ada Bambang Asnadi (Nasdem), wansyah (Hanura) dan Andrian Defandra (Golkar) sebagai ‘’Jenang’’ yang mengakar dan mendominasi perolehan suara dalam beberapa Pemilu Legislatif.

Nur Hasan menyerahkan BA hasil pemeriksaan berkas pendaftaran Ujang – Daus. (foto. rahman jasin)

Sementara di kubu Ujang – Daus ada beberapa ‘’jenang’’ yang telah memiliki massa konsisten. Misalnya untuk wilayah Dapil I, Merigi – Ujan Mas plus Kabawetan, Ujang – Daus memiliki ‘’jenang’’  Edwar Samsi (PDIP) yang kini anggota DPRD Prov Bengkulu. Edwar Samsi sudah 3 kali terpilih menjadi anggota DPRD Kepahiang. Dan 1 kali anggota DPRD Prov. Serta Hamdan Sanusi (Gerindra) dan HM Thobari Mu’ad (PKB) yang kini anggota DPRD Kepahiang.

Di Dapil II Kecamatan Kepahiang Ujang – Daus memiliki Hariyanto (PKB) sebagai ‘’jenang’’.  Di Dapil III, Bermani Ilir- Muara Kemumu, ada 2 ‘’jenang’’ yang berhasil mendominasi suara dalam Pemilu Legislatif. Yakni, Zainal (PKB), kini anggota DPRD Prov. Zainal juga sudah 3 periode terpilih menjadi anggota DPRD Kepahiang. Disusul Eko Guntoro (Gerindra) dan Haris Ruqib (Demokrat) yang lebih dari 1 kali  terpilih jadi anggota DPRD Kepahiang.

Jika ‘’mesin’’ parpol pengusung kedua kubu sama-sama bergerak dan berputar dinamis, maka, ‘’pertarungan’’ perebutan kursi BD 1 G akan berjalan sengit.

Kemenangan kandidat diprediksi akan ‘’bergantung’’ pada tekad dan semangat juang para ‘’jenang’’  dalam mengenas kandidat yang diusung. Selain ”suratan tangan”, sosok atau figur kandidat juga berperan penting dalam meraih kemenangan dalam Pilkada yang dijadwalkan digelar, Rabu, 9 Desember 2020. (bersambung)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*