Tim Pidsus Kejari Kepahiang saat memeriksa TAPD Kepahiang 2015, Senin, 21 September 2020.

Giliran 4 TAPD 2015 Diperiksa Jaksa

 KEPAHIANG-Tim Pidsus Kejari Kepahiang memeriksa 4 personel TAPD Kepahiang 2015 dalam dugaan korupsi pengadaan lahan Kantor Camat Tebat Karai, Kepahiang tahun 2015, pukul 10.00 WIB, Rabu, (21/9).

Keempat tim TAPD itu adalah, mantan Sekda Kepahiang, Drs.Hazairin A Kadir, MM, mantan Kepala Bappeda Kepahiang, RA.Deni, SH —kini Sekda Rejang Lebong—mantan Kepala BKD Kepahiang selaku Ketua PAPD, Dr.Periyandi—kini Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk danKB Kepahiang– Serta  mantan Kabag Anggaran BKD, Eko Syahputra.

‘’Keempat saksi yang diperiksa hari ini, merupakan personel TAPD penyusunan KUA-PPAS, RAPBD-P Kepahiang tahun 2015. Dimana salah satu mata anggarannya adalah dana pengadaan lahan Kantor Camat Tebat Karai senilai Rp 1,1 miliar. Para saksi diberikan pertanyaan 11 pertanyaan perorang,’’ ungkap Kajari Kepahiang, Ridwan,SH melalui Kasi Pidsus, Riky Musriza, SH, MH didamping Kasi Intelijen, Arya Marsepa, SH, MH saat memberikan keterangan pers pukul 11.00 WIB.

Kasi Intelijen Kejari Kepahiang dan Kasi Pidsus saat memberikan keterangan pers soal penyidikan dugaan korupsi lahan Kantor Camat Tebat Karai, Senin, 21 September 2020. (foto. rahman jasin)

Dikatakan, para saksi menjelaskan bahwa dana pengadaan lahan Kantor Camat Tebat Karai seluas 8.850 M2 itu memang diusulkan salah satu anggota Banggar DPRD Kepahiang dan diakomodir serta dibahas dalam KUA-PPAS. Namun, anggara n itu tidak dibahas ulang Banggar dalam rapat pembahasan RAPBD-P 2015.

‘’Besok—Selasa, (22/9), kita akan memeriksa beberapa saksi lagi. Diantaranya Drs. Ahmad Rizal,’’ sebagai penjual lahan dan PPTK-nya. Serta beberapa anggota Banggar akan dimintai keterangan, Rabu, (23/9),’’ tutur Riky.

Diakui Riky, indikasi dugan korupsi dibalik pengadaan lahan Kantor Camat Tebat Karai itu sudah jelas. Soalnya, Tim Pidsus  sudah ‘’mengantongi’’ nilai kerugian negaranya.  Namun, Riky enggan menyebutkan berapa nilai kerugian negara hasil perhitungan tim penyidik dimaksud.

Sementara Mantan Sekda Kepahiang, Drs. Hazairin A Kadir, MM kepada potretbengkulu.com, mengaku sudah memberikan sesuai pertanyaan penyidik. ”Tadi, saya selaku koordinator TAPD diberi 11 pertanyaan terkait proses penganggaran dana pengadaan lahan Kantor Camat Tebat Karai. Seluruh pertanyaannya sudah saya jawab sesuai yang saya ketahui,” kata Hazairin. (rjs)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*