Ari Saputra Wijaya saat menerima dokumen PWI dari Heru Pratama Putra, ketua demisioner, Kamis, 27 Agustus 2020. (foto.rahman jasin)

Ari Sly Ketua PWI Terpilih

KEPAHIANG– Secara aklamasi, wartawan Harian Rakyat Bengkulu, Ari Saputra Wijaya, S.Pd terpilih menjadi Ketua PWI Kepahiang periode 2020-2023. Pemilihan dilaksanakan dalam Musda II PWI Kepahiang yang digelar di Kantor Progres.Id Kepahiang, pukul 14.00 WIB, Kamis, (27/8).

Sebelumnya, muncul 2 kandidat ketua. Yakni, Ari Saputra Wijaya yang akrap disapa Ari Sly dan wartawan Bengkulu Ekspress, Doni Pranata.  Hanya saja, ketika dilakukan penetapan calon, Doni secara tegas mengundurkan diri. Sehingga, Ari menjadi calon tunggal dan langsung disepakati 21 peserta Musda II untuk memimpin PWI Kepahiang menggantikan Heru Pramana Putra, SE.

Usai pemilihan  secara aklamasi yang dipandu Koko dari Progress.Id, Ari berjanji siap ‘’menakhodai’’ PWI Kepahiang selaku organisasi wadah berhimpun para wartawan media cetak dan elektronik di Kepahiang.

‘’Terimakasih atas kepercayaan kawan-kawan untuk memimpin PWI Kepahiang tahun 2020-2023. Setelah ini, kita akan menyusun komposisi personalia kepengurusan. Komposisi personalia hasil Musda II ini segera kita sampaikan ke PWI Bengkulu. Selanjutnya kita akan melakukan persiapan pelantikan pengurus,’’ tutur Ari.

Dikatakan, usai pelantikan Ari bersama pengurus PWI Kepahiang berniat menggelar rapat kerja perdana. Agendannya menyusun program kerja.

‘’PWI sebagai wadah berhimpun kawan-kawan wartawan di Kepahiang bertekat dan berupaya meningkatan kwalitas  kinerja para wartawan. Sehingga, para wartawan Kepahiang dapat melaksanakan tugas jurnalistik secara professional dan proporsional. Selain itu, kita juga akan melakukan konsolidasi organisasi,’’ kata Ari.

Sementara, wartawan potretbengkulu.com, Rahman Jasin  berharap Ari Sly bersama ‘’armada’’ PWI Kepahiang kedepan dapat menjalankan roda organisasi secara terbuka.

‘’Penyusunan program kerja harus melibatkan seluruh pengurus. Sehingga, program digulirkan merupakan program bersama yang harus direalisasikan secara bersama-sama. Selain itu, PWI juga harus memiliki dana kas. Dari mana sumbernya? Ini yang perlu dibahas bersama. Tanpa dukungan dana kas, maka, putaran roda organisasi akan bergerak lambat. Dana kas juga dapat digunakan untuk membantu anggota membutuhkan seperti anggota yang sakit, anggota tertimpa musibah. Serta untuk kepentingan yang berkaitan dengan organisasi,’’ papar Rahman. (rjs)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*