Eni Marneri memperlihatkan bukti penerimaan laporan yang diberikan Sentra Gakkumdu, Senin, 6 Juli 2020. (foto. rahman jasin)

Dikawal 5 Pengacara Istri Balon Wabup Lapor Gakkumdu

REJANG LEBONG– Dikawal 5 pengacara dari LBH Rejang Lebong,  Eni Marneri, istri Balon Wabup Rejang Lebong, Fatrolazi, SE melapor ke Sentra Gakkumdu, pukul 10.30 WIB, Senin, (6/7).

Ke-5 pengacara yang mendampingi Eni itu terdiri dari Hardianto, SH, Indra Syafri, SH, Hakim Kirbi Isa, SH, Sofyan, SH dan Rica Desliani, SH. Selain itu, pendukung Balonbup-Wabup, Faisal – Fatrol juga ikut mengantar.

Laporan Eni diterima 2 personel Sentra Gakkumdu, Rizas Afyudi dan Sastrodinata. Usai melapor Eni diberikan tanda bukti  penerima laporan No.10/LP/PB/0708/VII/2020 tanggal 6 Juli 2020.

Eni Marneri saat melapor di Sentra Gakkumdu, Senin, 6 Juli 2020. (foto. rahman jasin)

Kepada petugas Sentra Gakkumdu, Eni Marneri menjelaskan bahwa munculnya KTP miliknya masuk dukungan pasangan Sahe diketahui Eni saat PPS melakukan verifikasi factual, pukul 19.00 WIB, Senin, (29/6).

‘’Setelah saya teliti ternyata, nomor KTP yang tercantum dalam daftar dukungan Sahe yang diperlihatkan petugas yang melakukan verifikasi factual itu sama persis dengan nomor KTP saya. Makanya, saya yakin bahwa KTP saya benar-benar dicantumkan dalam daftar dukungan itu. Padahal, saya tidak pernah memberikan dan tidak pernah diminta KTP  saya untuk mendukungan pasangan Syamsul – Hendra atau Sahe. Petugas yang mengunjungi rumah saya itu adalah, Muhidin dan Mardi,’’ tutur Eni.

Usai melapor di Gakkumdu, Eni Marneri foto bersama tim pengacara dan pendukung Faisal – Fatrol, Senin, 6 Juli 2020. (foto. rahman jasin)

Awalnya, Eni Marneri  berusaha meminta klarifikasi dari pasangan Sahe. Permintaan klarifikasi itu disampaikan melalui surat tanggal  30 Juni 2020.

‘’Dalam surat itu saya sampaikan  agar  Sahe dapat memberikan klarifikasi langsung ke rumah saya terkait KTP saya yang dimasukan dalam dukungan. Karena surat pertama tidak diindahkan, maka, sayapun kembali menyampaikan surat kedua, 1 Juli 2020. Ternyata,  surat yang keduapun tidak ditanggapi. Padahal, jika Sahe bersedia memberikan klarifikasi langsung, mungkin saya bisa memaafkannya. Tapi, karena merasa tidak mau memberikan klarifikasi, maka, saya terpaksa melapor ke Gakkumdu,’’ ujar Eni.

Sedangkan Hardianto dan Indra Syafri selaku kuasa hokum yang mendampingi Eni Marneri. ‘’Kami tim kuasa hokum dari LBH Rejang Lebong siap mendampingi dan mengawal proses penanganan laporan yang disampaikan klien kami. Kita saat ini masih menunggu kontak dari Gakkum terkait proses penanganan laporan klien kami.

Harapan kita, Gakkumdu dapat memproses laporan yang merugikan klien kami,’’  jelas Hardianto dan Indra Syafri.

Sedangkan Rizas Afyudi selaku penerima laporan Eni di Sentra Gakkum mengaku akan menyampaikan laporan Eni untuk dibahas tim Gakkumdu. ‘’Laporannya akan kita sampaikan kepada tim Gakkumdu untuk dibahas,’’ katanya.(rjs)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*