Sandi Umaya, (46) warga Kelurahan Dusun Curup, Curup Utara saat melapor ke Sentra Gakkumdu, Selasa, 30 Juni 2020. (foto. rahman jasin)

KTP ”Dicatut” Warga Dusun Curup Lapor Gakkumdu

REJANG LEBONG – Keberatan KTP dimasukan dalam dukungan Paslon perserorangan, warga Kelurahan Dusun Curup, Curup Utara, Sandi Umaya (46), lapor ke Sentra Gakkumdu, pukul 15.00 WIB, Selasa, (30/6).

‘’Saya tidak pernah memberikan KTP atau menandatangani surat dukungan untuk Paslon perseorangan Syamsul- Hendra (Sahe). Tiba-tiba, PPS Dusun Curup menyebutkan bahwa KTP saya masuk dalam berkas dukungan Sahe yang sedang diverifikasi factual PPS, Senin, (29/6). Makanya, saya merasa keberatan dan melaporkan aksi pencatutan KTP saya itu ke Sentra Gakkumdu,’’  ungkap Sandi Umaya saat melapor ke Sentra Gakkumdu.

Laporan Sandi Umaya diterima Koordiv Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Sengketa, Yuli Maria, SH bersama tim Gakkumdu terdiri dari personel Bawaslu, Polres dan Kejari Rejang Lebong. Laporan itu dilengkapi dengan bukti penerimaan laporan Gakkumdu No.02/LP/PB/Kab.07.08/VI/2020 tanggal 30 Juni 2020 yang diteken Yulia Maria, SH sebagai penerima laporan dan Sandi Umaya sebagai pelapor.

Dikatakan, sebelumnya, sekitar pukul 15.00 WIB, Senin, (29/6), Sandi mengaku bertemu personel PPS yang sedang melakukan verifikasi factual dukungan paslon perseorangan di Kelurahan Dusun Curup.

‘’ Sore itu, PPS Dusun Curup, Ragian Taqata dan 1 orang lagi yang saya kenal bernama Indra, tim Paslon Sahe di Dusun Curup sedang keliling melakukan verifikasi factual dukungan Paslon Sahe.  Lalu, Ragian menyebutkan bahwa KTP saya masuk berkas dukungan untuk Sahe dan akan diverifikasi PPS. Ketika itu, Ragian mengatakan akan mampir ke rumah saya. Tapi, ketika tim PPS itu sedang melakukan verikasi di rumah warga saya kembali menemuinya dan mempertanyakan perihal KTP saya yang masuk berkas dukungan Sahe. Hari itu juga langsung membuat pernyataan tertulis tidak mendukung Paslon Sahe,’’ papar Sandi Umaya.

Usai menerima laporan, Koordiv Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Sengketa, Yuli Maria, SH menjelaskan bahwa Sentra Gakkumdu Rejang Lebong siap menindaklanjuti laporan yang disampaikan Sandi Umaya.

‘’Karena laporannya baru masuk, maka, kita belum bisa menyimpulkan apakah laporan yang disampaikan memenuhi unsur-unsur pidana atau tidak. Nanti, setelah kita pelajari dan kita kaji bersama baru kita bisa menyimpulkannya,’’ tutur Yuli Maria.

Untuk itu, lanjut Yuli Maria dalam waktu dekat, Gakkumdu akan memanggil beberapa saksi terkait untuk diminta keterangan terkait laporan yang disampaikan Sandi Umaya.  ‘’Penanganan pidana Pemilu inikan berbatas waktu. Gakkumdu diberikan waktu 5 hari setelah laporan diregistrasi untuk menyampaikan perkaranya ke penyidik Polres. Sedangkan Polres memiliki waktu 14 hari untuk melimpahkan berkas perkaranya ke kejaksaan untuk dilanjutkan ke pengadilan,’’ demikian Yuli Maria kepada potretbengkulu.com.  (rjs)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*