Sujari (33) petani jeruk gerga Dusun III Trans 50 Desa Pal VII, Bermani Ulu Raya. (foto. rahman jasin)

Di Trans Tapak 50
Tiap Hari Panen 1 Ton Petani Jeruk Gerga Kesulitan Cari Pasar

REJANG LEBONG– Saat ini, 50 KK warga Dusun III Trans Tapak 50 Desa Pal VII, Bermani Ulu, Rejang Lebong sedang panen raya jeruk gerga. Tiap hari petani pemilik kebun seluas 1 hektare dengan 300 batang jeruk itu bisa memanen 500 kg – 1000 kg jeruk segar.

‘’Karena buah jeruk melimpah, maka kita kesulitan menjualnya. Sehingga, kita memetiknya sesuai permintaan pembeli saja. Sekitar 500 kg – 1000 kg per hari. Pembeli datang langsung ke desa kita,’’ ungkap Sujari (33), warga Trans 50 asal Belora, Jateng kepada potretbengkulu.com, Jum’at, (26/6).

Sujari bersama pembeli jeruk gerga. (foto. rahman jasin)

Dikatakan, buah jeruk yang dipanen dibagi dalam 4 kategori. Kategori A dengan berat 500 gram per buah atau 1 kg berisi 2 buah dijual dengan harga Rp 10.000 per kg. Kategori B dengan berat 250 gram per buah atau 4 buah seberat 1 kg dijual dengan harga Rp.8.000 per kg. Sedangkan kategori C dan D yang lebih kecil dijual Rp 6.000 – Rp 5.000 per kg.

‘’Warga Trans 50 ini memang terdiri dari 50 KK yang berasal dari Belora dan Wonogiri, Jawa Tengah. Serta, Lumajang dan Madiun, Jawa Timur. Kita masuk ke lokasi ini tahun 2010. Tahun 2014 kita mulai menanam jeruk gerga secara mandiri. Usia 3 tahun jeruk mulai berbuah. Kini ada sekitar 100 hektare kebun jeruk gerga yang sedang panen agung,’’ tutur Sujari.

Selain kesulitan menjual hasil panen, para petani jeruk gerga Trans Tapak 50 juga kesulitan mengangkut hasil panen. Karena, kondisi jalan dari Trans 50 menuju jalan lintas Curup – Muara Aman, Lebong sebagian masih berupa jalan perkerasan batu. Bahkan, ada 1 titik jalan yang longsor dan sudah 1 tahun belum diperbaiki.Sehingga, truk kesulitan mengangkut hasil panen. (rjs)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*