Ketua Komisi I DPRD Rejang Lebong, Hidayatullah. (foto. rahman jasin)

Dewan Undang Hearing Kuasa Hukum Perangkat 3 Desa yang Copot Ajukan Penundaan Waktu

REJANG LEBONG– Komisi I DPRD Rejang Lebong, menjadwalkan hearing dengan perangkat 3 desa yang pecat serentak, pukul 13.00 WIB, Rabu, (24/6).

‘’Hari ini, Selasa, (22/6), kita sudah menyampaikan undangan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rejang Lebong selaku kuasa hukum perangkat Desa Pal 100, Bermani Ulu Raya, Desa Sukarami, Bermani Ulu dan Desa Tanjung Agung, Sindang Beliti Ulu. Serta beberapa pihak terkait. Seperti ketiga Kades, Ass.I Setdakab, Kepala PMD, Bagian Hukum Setda dan 3 camat,’’ ungkap Ketua Komisi I DPRD Rejang Lebong, Hidayatullah kepada potretbengkulu.com, Selasa, (22/6).

Komisi I lanjut Hidayatullah, akan mendengarkan penjelasan para pihak. Mulai dari Kades, para perangkat desa yang dipecat serentak. Ass.I Setdakab, Bagian Hukum Setda, Kepala PMD, dan camat.

‘’Tapi, sayangnya, tim LBH Rejang Lebong, menyatakan belum bisa menghadiri undangan hearing karena besok itu mereka memiliki agenda sidang di PN Tipikor. Karena mereka berhalangan, maka, kita terpaksa menangguhkan hearing dan akan kita jadwalkan kembali. Kita sudah mengagendakan hearingnya tapi kuasa hukumnya yang tidak bisa hadir besok. Artinya kita sudah menanggapi aspirasi mereka,’’ papar polisi muda dari PKS ini sambil melepas senyum.

Diakui Hidayatullah yang akrab disapa Dayek, Komisi I bukan mengabaikan permohonan hearing yang disampaikan LBH Rejang Lebong. ”Saat ini, agenda Komisi I cukup padat. Terlebih personel Komisi I ada yang masuk Pansus Covid. Sedangkan Dewan sedang fokus melakukan pengawasan terhadap pengelolaan dana refocusing.  Jadi, keterlambatan penyusunan hearing ini bukan karena kita tidak aspiratif. Tapi, keterlambatan ini karena situasional,” ujarnya.

Kuasa hukum perangkat 3 desa yang dicopot serentak, Hardianto, SH dari LBH Rejang Lebong. (foto. rahman jasin)

Ketika dikonfirmasikan, Hardianto, SH dari LBH Rejang Lebong selaku kuasa hokum  perangkat ketiga desa yang dipecat itu mengaku belum bisa menghadiri undangan hearing Komisi I.

‘’Kita sudah meminta penundaan jadwal hearingnya. Sebab, besok, Rabu, (23/6), seluruh pengacara LBH Rejang Lebong akan menghadiri sidang di PN Tipikor Bengkulu, sidang di PA Curup, dan PN Curup,’’ tutur Hardianto.

Sebelumnya, Hardianto menjelaskan, aksi pencopotan perangkat 3 desa yang dilakukan secara serentak bukan persoalan sepele. Tapi, masalah pencopotan itu akan melahirkan efek domino yang besar.

‘’Jika gugatan para perangkat 3 desa dikabulkan PTUN, maka, seluruh penggunaan dana ADD/DD yang diteken, perangkat baru akan cacat hukum. Karena pencairan dan SPJ dana DD/ADD itu akan diteken Sekdes. Belum lagi surat-surat lain yang diterbitkan desa. Di PTUN nanti kita akan menggugat beberapa pihak. Seperti, Kades, camat, para perangkat baru yang diangkat Kades. Serta Bupati ikut turut tergugat,’’ ujar Hardianto seraya menyebutkan pekan depan akan menyampaikan gugatan perangkat desa ke PTUN Bengkulu.

Karena tutur Hardianto, pemberhentian para perangkat itu tidak sesuai dengan pasal 53 UU No.6 Tahun 2014 Tentang Desa, pasal 5 Permendagri No 67 Tahun 2017. Serta pasal 22 Perbup Rejang Lebong No.15 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

‘’Jadi, kita meminta ketiga Kades dapat mengembalikan jabatan para perangkat yang diberhentikannya,’’ demikian Hardianto.

Para perangkat 3 desa yang dicopot serentak pasca pelantikan kades terpilih itu terdiri dari, perangkat atau ‘’kabinet’’ Desa Pal 100, Bermani Ulu Raya yang dicopot Ahmad Zakariadi selaku Kades secara serentak, 23 April 2020. Mereka adalah,  Aliusri (Sekdes), Herwan Effendi (Kaur Keuangan), Roby Fahlevi (Kaur Perencanaan). Cahaya Warna SP, (Kaur Tata Usaha), Ade Harianto (Kasi Pemerintahan), Alwi (Kasi Kejahteraan). Serta Arianto (Kasi Pelayanan), Dedi (Kadus I), Lodi Saputra (Kadus II) dan Reki Irawan selaku Kadus III.

Sedangkan 8 perangkat Desa Sukarami, Bermani Ulu terdiri dari, Jumhari Yanto (Sekdes), Yoeda Muslihansah (Kaur Keuangan), Ade Mirantika (Kaur Tata Usaha dan Umum),  Muhammad Gustian Tara (Kasi Kesra), Amrul Buhari (Kasi Pelayanan), Sora Bonitaliya (Kasi Pemerintahan), Ali Imran (Kadus III), Musta’I (Kadus I).

Ditambah, 5 perangkat Desa Tanjung Agung, Sindang Beliti Ulu. Mereka adalah, Robin Sudarmansyah, Sabiransyah, Rindang Abadi. Ditambah Amunseri, dan Joni Ahmad Yovi. (rjs)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*