Hardianto

Kata Hardianto, SH
‘’20 Hari Hearing Belum Dijadwalkan Bukti DPRD Kurang Aspiratif’’

REJANG LEBONG– Hearing tak kunjung dijadwalkan dewan, kuasa hukum perangkat 3 desa yang dicopot Kades, Hardianto, SH dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rejang Lebong (RL) mengaku kecewa berat.

‘’LBH Rejang Lebong ini diperkuat 7 pengacara. Tapi, surat permohonan hearing yang kita sampaikan ke dewan tak kunjung ditanggapi. Ini membuktikan lambannya kinerja wakil rakyat kita,’’ ungkap Hardianto kepada potretbengkulu.com, Senin, (22/6).

Soalnya lanjut Hardianto, surat permohonan hearing itu sudah disampaikan LBH Rejang Lebong sebagai kuasa hukum perangkat 3 desa ke DPRD, 2 Juni 2020. Namun, hingga, 22 Juni 2020 dewan belum juga menyampaikan tanggapan terkait penetapan jadwal hearing. Para perangkat 3 desa yang dicopot serentak itu terdiri dari perangkat Desa Pal 100, Bermani Ulu Raya, Desa Sukarami, Bermani Ulu dan Desa Tanjung Agung, Sindang Beliti Ulu.

‘’LBH sebagai Lembaga resmi saja tidak ditanggapi. Bagaimana kalau masyarakat biasa?’’ tutur Hardianto.

Dikatakan, setelah hearing dengan dewan, LBH Rejang Lebong akan mendaftarkan gugatannya di PTUN Bengkulu. ‘’Gugatan di PTUN itukan memiliki limit waktu. Yakni, 3 bulan setelah surat keputusan tata usaha negara diterbitkan. Sedangkan SK pencopotan perangkat 3 desa itu akan kedaluwarna Bulan Juli 2020. Ketika para perangkat yang kita damping ke dewan Senin, (8/6) lalu kita dijanjikan hearing akan segera dijadwalkan. Tapi, hingga kini kita belum mendapatkan kabar tertulis dari dewan terkait hearing itu,’’ papar Hardianto.

Menurut Hardianto, pencopotan perangkat 3 desa yang dilakukan secara serentak bukan persoalan sepele. Tapi, masalah pencopotan itu akan melahirkan efek domino yang besar.

‘’Jika gugatan para perangkat 3 desa dikabulkan PTUN, maka, seluruh penggunaan dana ADD/DD yang diteken, perangkat baru akan cacat hukum. Karena pencairan dan SPJ dana DD/ADD itu akan diteken Sekdes. Belum lagi surat-surat lain yang diterbitkan desa. Di PTUN nanti kita akan menggugat beberapa pihak. Seperti, Kades, camat, para perangkat baru yang diangkat Kades. Serta Bupati ikut turut tergugat,’’ ujar Hardianto seraya menyebutkan pekan depan akan menyampaikan gugatan perangkat desa ke PTUN Bengkulu.

Mahdi Husein

Karena tutur Hardianto, pemberhentian para perangkat itu tidak sesuai dengan pasal 53 UU No.6 Tahun 2014 Tentang Desa, pasal 5 Permendagri No 67 Tahun 2017. Serta pasal 22 Perbup Rejang Lebong No.15 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa maka.

‘’Jadi, kita meminta ketiga Kades dapat mengembalikan jabatan para perangkat yang diberhentikannya,’’ demikian Hardianto.

Ketika dikonfirmasikan, Ketua DPRD Rejang Lebong, Mahdi Husein, mengaku sudah mendisposisikan permohonan hearing yang disampaikan LBH Rejang Lebong ke Komisi I.

‘’Kita bukan tidak aspiratif. Tapi, saat ini kita masih focus dalam mengawasi pengelolaan dana refocusing Covid-19. Kita harapkan Komisi I segera menjadwalkan hearing yang disampaikan LBH Rejang Lebong,’’ tutur Mahdi Husein.

Seperti diketahui, para perangkat 3 desa yang dicopot serentak pasca pelantikan kades terpilih itu terdiri dari, perangkat atau ‘’kabinet’’ Desa Pal 100, Bermani Ulu Raya yang dicopot Ahmad Zakariadi selaku Kades secara serentak, 23 April 2020. Mereka adalah,  Aliusri (Sekdes), Herwan Effendi (Kaur Keuangan), Roby Fahlevi (Kaur Perencanaan). Cahaya Warna SP, (Kaur Tata Usaha), Ade Harianto (Kasi Pemerintahan), Alwi (Kasi Kejahteraan). Serta Arianto (Kasi Pelayanan), Dedi (Kadus I), Lodi Saputra (Kadus II) dan Reki Irawan selaku Kadus III.

Sedangkan 8 perangkat Desa Sukarami, Bermani Ulu terdiri dari, Jumhari Yanto (Sekdes), Yoeda Muslihansah (Kaur Keuangan), Ade Mirantika (Kaur Tata Usaha dan Umum),  Muhammad Gustian Tara (Kasi Kesra), Amrul Buhari (Kasi Pelayanan), Sora Bonitaliya (Kasi Pemerintahan), Ali Imran (Kadus III), Musta’I (Kadus I).

Ditambah, 5 perangkat Desa Tanjung Agung, Sindang Beliti Ulu. Mereka adalah, Robin Sudarmansyah, Sabiransyah, Rindang Abadi. Ditambah Amunseri, dan Joni Ahmad Yovi. (rjs)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*