Mesin pemecah batu di lokasi tambang PT Simpang Musi Seguring milik Putrado Herliansyah. (foto. rahman jasin)

Dampak Covid-19 Penjualan Batu Kali ”Melorot”

REJANG LEBONG – Serangan Covid-19 juga berdampak bagi penjualan batu kali atau bahan tambang gali C di Curup. Misalnya, yang dialami Putrado Herliansyah selaku pemilik tambang batu kali PT Simpang Musi Seguring di Desa Seguring, Curup Utara, Rejang Lebong.

‘’Sejak Pandemi Covid-19, banyak proyek fisik yang tidak berjalan. Dampaknya, penjualan batu kali, batu pecah dan abu batu kita jadi menumpuk di lokasi tambang,’’ ujar Putrado kepada potretbengkulu.com.

Dikatakan, mesin pemecah batu miliknya tetap berproduksi setiap hari selama 4-5 jam. Produksinya berupa material jalan terdiri dari batu pecah 1-1, 1-2, 2-3 dan abu batu.

‘’Batu pecah kita jual Rp 250.000 per ton. Tapi, belum bisa kita jual. Sebab, proyek pembangunan jalan dan jembatan  tidak ada yang berjalan. Untuk memenuhi biaya produksi harian, kita terpaksa menjual batu kali Rp 42.000 per ton ke kontraktor besar yang memiliki AMP hotmiks. Paling banyak kita pasarkan 30 truk per hari,’’ tutur Putrado.

Putrado Herliansyah. (foto. rahman jasin)

Saat ini, proyek pembangunan jalan tol Bengkulu – Lubuklinggau mulai berjalan. Apakah kita ikut memasok material batu pecahnya?

 ‘’Tidak. Sebab, kita belum mampu memenuhi standar permintaan kontraktor tol. Mereka mau melakukan MoU jika kita mampu memenuhi kebutuhan harian sebanyak 500 ton batu percah. Selain peralatan kita belum memadai, kita juga masih memiliki keterbatasan modal. Karena pembayaran material tol dilakukan 1 atau 2 bulan sekali,’’ kata Putrado.

Untuk sementara, Putrado masih berupaya memenuhi kebutuhan material batu pecah kontraktor besar di Rejang Lebong. Termasuk mememasok material batu pecah untuk pembangunan jalan rabat beton, jalan penetrasi dan bangunan yang dibiayai dana DD desa.

‘’Kini, banyak desa yang belum melaksanakan kegiatan pembangunannya. Jadi, penjualan kitapun belum optimal,’’ demikian Putrado seraya menyebutkan luas areal tambang yang dikelolanya mencapai 33,31 hektare dan telah memiliki izin lengkap. (rjs)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*