Edy Irawan HR, SP. (foto. rahman jasin)

Pansus Covid Siap Sidak 3 Ruang Isolasi RSUD Senilai Rp 11,4 Miliar

REJANG LEBONG – Wakil Ketua DPRD Rejang Lebong (RL), Edy Irawan HR, SP siap menurunkan Pansus Covid untuk melihat kondisi 3 ruang isolasi smart room dan ruang isolasi standar RSUD jalur II senilai Rp 11,4 miliar.

‘’Pansus sudah mendengarkan keterangan Dinas PUPR dan RSUD terkait pembangunan gedung RSUD dan infrastruktur lain dengan alokasi dana refocusing senilai Rp 45,8 miliar. Termasuk pembangunan 3 ruang isolasi smart room dan ruang isolasi standart room senilai Rp 11,4 miliar. Makanya, kita akan melihat langsung kondisi ruang isolasi pasien Covid-19 yang mahal itu,’’ ungkap Edy Irawan yang juga Koordinator II Pansus Covid DPRD Rejang Lebong kepada potretbengkulu.com.

 Dikatakan, dana pembuatan 3 ruang isolasi smart room dan standart room itu tergolong fantastis. Karena, kondisi Rejang Lebong ketika pelaksanaan perencanaan dan pembangunan 3 ruang isolasi fantastis itu termasuk zona aman atau ‘’Zona Hijau’’. Bahkan, saat inipun masih ‘’Zona Kuning’’.

Putra Mas Wigoro, SE, SH, MH. (foto. rahman jasin)

Selain akan memantau RSUD jalur II, Pansus juga akan melakukan pemanggilan terhadap OPD atau lembaga yang bukan anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tapi turut berperan dalam mendukung penanganan Covid-19.

‘’Lembaga yang bukan anggota GUgus Tugas Covid yang akan kita mintai penjelasan itu diantaranya, PMI, tim verifikasi yang terdiri dari Bappeda, Inspektorat Daerah, Asisten II Setdakab, LPJB,’’ tutur Edy Irawan.

Hal senada dilontarkan anggota Pansus Covid DPRD Rejang Lebong, Putra Mas Wigoro, SE, SH, MH. ‘’Sepertinya, kebijakan pembangunan 3 ruang isolasi smart room dan ruang isolasi standart room RSUD jalur itu kurang tepat. Karena, pembagunan ruang isolasi dengan dana refocusing senilai Rp 11,4 miliar itu sangat fantastis. Pandemi Covid inikan bersifat incidental. Ketika pandemic ini berakhir, untuk apa peralatan ruang isolasi smart room dan standart room yang mahal itu?’’ kata Putra Mas Wigoro.

Sebelumnya, Kadis PUPR Rejang Lebong, Yusran Fauzi, ST dalam hearing dengan Pansus menjelaskan bahwa alokasi dana refocusing yang diperuntukan Dinas PUPR senilai Rp 20 miliar.

‘’Dana Rp 20 miliar itu diperuntukan PMI senilai Rp.992.555.000. Terdiri dari pembangunan jalan masuk gedung PMI senilai 546.566.000, pembuatan instalasi sumur bor PMI Rp.75.000.000,  pengadaan genset dan instalasi listrik PMI Rp.85.000.000, meubeler gedung PMI Rp 100.000.000, jaringan listrik gedung PMI Rp.90.000.000. serta adminitrasi proyek Rp.95.000.000,’’ jelas Yusran.

Sedangkan untuk RSUD jalur II senilai 12.906.600.000. diperuntukan pembangunan instalasi sumur bor Rp.150.000.000,  3 ruang isolasi smart room dan ruang isolasi standart room Rp.11.400.000.000, drainase tertutup Rp.1.043.000.000. serta administrasi proyek Rp.313.500.000.

Ditambah pembangunan jalan hotmix dilingkungan RSUD jalur II dan jalan PTU Lubuk Ubar Rp.2.517.130.000. Biaya perencanaan Rp.25.000.000, biaya pengawasan Rp 25.000.000,  administrasi proyek Rp.56.360.000.

Serta pembanguan 10 rumah singgah dokter dan paramedic dilingkungan RSUD jalur II Rp 330.000.000 dan administrasi proyek Rp.241.000.000. Sehingga total dana refocusing untuk Dinas PUPR mencapai Rp 20.376.134.000. (rjs).

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*