Kadis Kesehatan Prov. Bengkulu, Herwan Antoni saat memberikan keterangan pers terkait hasil peninjauan Lab BSL RSUD Curup, Sabtu, 30 Mei 2020. (foto.rahman jasin)

RSUD Jalur II Siap Layani Pemeriksaan Sweb Covid-19

REJANG LEBONG– RSUD Curup di jalur II segera melayani pemeriksaan Sweb Covid-19. ‘’Pemeriksaan Swen Covid-19 di laboratorium BSL RSUD Curup ini hanya memerlukan waktu 1 jam untuk 1 sample. Satu hari bisa melayani 50 sample,’’ ungkap Kadis Kesehatan Prov Bengkulu, Herwan Antoni didampingi Bupati Rejang Lebong, HA.Hijazi, saat meninjau laboratorium BSL RSUD Curup, Sabtu, ((30/5).

Laboratorium BSL RSUD Curup ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penanganan pandemic Covid-19 di Bengkulu.

Kadis Kesehatan Prov Bengkulu, Herwan Antoni saat memberikan penilaian kondisi Lab.BSL RSUD Curup di jalur II, Sabtu, 30 Mei 2020. (foto. rahman jasin)

‘’Laboratorium BSL RSUD Curup ini sangat layak. Karena didukung peralatan standar serta tenaga medis yang kompeten berupa 3 dokter fatologi. Yakni, drMalia Agustin, dr Andrian Dwi Lestari dan dr. Safriani Tarigan. Hanya saja, dari peninjauan yang kita lakukan ada beberapa koreksi yang harus dibenahi. Misalnya, lantai yang harus dilapisi karpet plastic. Serta ruang pemeriksaan pasien dan pemeriksaan sample harus diberi skat. Sehingga kedua ruang itu tidak menyatu,’’ papar Herwan Antoni.

Untuk perizinan operasional laboratorium itu akan segera disampaikan ke Menkes-RI. ‘’Hari ini juga akan saya laporkan ke Menkes melalui WA. Sehingga, laboratorium ini dapat segera beroperasi. Soalnya, selama ini kita melakukan tes sweb sweb ke Palembang. Hasil swebnya baru turun 5 – 10 hari. Dengan adanya laboratorium BSL RSUD Curup ini maka kita akan lebih cepat dan bisa lebih banyak melakukan sweb tes Covid-19. Karena hasil Rapid tes masih meragukan,’’ ujar Herwan.

Kepala Ruang Lab.BSL RSUD Curup, Mardiani memperlihatkan satu peralatan Lab.BSL, Sabtu, 30 Mei 2020. (foto. rahman jasin)

Sementara Bupati Rejang Lebong, HA.Hijazi menjelaskan, laboratorium BSL Covid-19 ini memang sudah disiapkan dalam waktu lama. Gedung dan peralatannya disiapkan untuk mendukung penanggulangan pandemic Covid-19 di Bengkulu.

‘’Rejang Lebong menjadi area New Normal Covid-19. Kita punya laboratorium dan RSUD yang standar, kita punya tenaga medisnya dan Rejang Lebong merupakan zona hijau serta siap  melakukan sweb tes. Laboratorium ini dapat dimanafaatkan seluruh kabaputen di Bengkulu,’’ kata Bupati.

Longgarkan Lockdown

Selain itu, Bupati juga segera melonggarkan lockdown di wilayah Rejang Lebong. ‘’Mulai 2 hari kedepan, kita akan buka perbatasan, objek-objek wisata, pasar, pasar kuliner dan sekolah. Termasuk masjid dan musholla. Dengan catatan, kita tetap menerapkan protocol Covid-19. Seluruh warga harus menggunakan masker serta tetap menjaga jarak. Untuk itu kita akan membagikan 500.000 master tahap I dan 500.000 masker di tahap II. Kita juga akan menyiapkan 1000 jumper di sekolah, pasar, objek wisata dan didesa-desa,’’ jelas Bupati. (rjs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*