Kades Meranti Jaya, Ujan Mas, Jalaludin.

Besok Meranti Jaya Tetapkan 141 Calon Penerima BLT Desa

KEPAHIANG– Jika tidak ada aral melintang, besok, Rabu, (13/5) Desa Meranti Jaya, Ujan Mas, Kepahiang akan menetapkan 141 calon penerima bantuan langsung tunai (BLT) desa 2020.

‘’Besok pukul 09.00 WIB, kita akan melaksanakan musyawarah khusus perubahan APBDes 2020. Sekaligus menetapkan 141 calon penerima BLT desa,’’  kata Kades Meranti Jaya, Jalaludin kepada potretbengkulu.com, Selasa, (12/5).

Dikatakan, warga penerima BLT desa ini merupakan warga yang belum pernah menerima bantuan pemerintah. Khususnya warga yang tidak masuk daftar program keluarga harapan, (PKH) dan bukan penerima bantuan pangan non tunai (BPNT).

‘’Selain bukan peserta PKH dan BPNT, 141 calon penerima BLT desa ini juga bukan berstatus anggota TNI/Polri, PNS, atau karyawan BUMN dan karyawan swasta,’’  tutur Kades.

Tapi, lanjut Kades ke-141 calon penerima BLT desa itu merupakan warga sakit kronis, buruh harian, warga kehilangan mata pencarian utama terdampak Covid-19. Buruh tani, kuli, Lansia bukan penerima PKH dan tidak terdaftar sebagai penerima bantuan Dinsos, tukang ojek, warga terkena PHK, dan supir.

Dikatakan, ke-141 warga calon penerima BLT desa itu, didata tim perangkat desa. Tiap calon penerima BLT itu diberikan surat pernyataan yang berisi statusnya. Surat pertanyaan itu diteken calon penerima diatas materai Rp 6.000.

‘’Daftar calon penerima BLT desa itu akan kita sampaikan kepada Pak Camat untuk diverifikasi. Begitu dinyatakan memenuhi syarat, maka, BLT desa untuk Bulan April senilai Rp 600.000 per KK  itu akan langsung kita salurkan,’’ paparnya.

Diakui Kades, sesuai SE Bupati No.140/258/D/PEMDES/2020 tanggal 30 April 2020 penyaluran BLT desa itu dilakukan melalui rekening penerima di BNI.

‘’Kita sudah mengusulkan agar penyaluran BLT itu dilakukan secara langsung di desa. Selain mudah dan cepat juga bisa menghindari kerumuman di era Covid-19 ini. Usulan itu sudah kita sampaikan ke Pak Camat untuk dilanjutkan kepada Pak Bupati. Karena jika harus melalui BNI, maka, warga akan berkerumum, dan warga juga harus membuka tabungan di BNI. Tapi, sampai saat ini kita belum mendapat kabar apakah usulan kita itu disetujui atau tidak,’’ ujarnya.

Diakui Kades, dana BLT desa yang akan disalurkan itu merupakan dana DD 2020. ‘’Karena nilai DD kita diatas Rp 800 juta maka, total BLT yang akan kita salurkan sebanyak 30 persen dari total dana DD,’’ demikian Jalaludin.(rjs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*