Hen (23) tersangka rampok dan bunuh IRT yang ditangkap Tim Reskrim Polres Kepahiang, pukul 23.00 WIB, Minggu, 10 Mei 2020. (foto.rahman jasin)

Bravo Polres Kekpahiang
Tempo 5 Hari Tsk Rampok dan Bunuh IRT Diringkus

KEPAHIANG– Setelah diburu 5 hari 5 malam, Hd (23), tersangka rampok  bunuh ibu rumah tangga (IRT) di Desa Sosokan Baru, Muara Kemumu, Kepahiang berhasil diringkus tim Reskrim Polres Kepahiang, Minggu, (10/5).

‘’Tersangka ditangkap di Stasiun Kereta Api Lubuklinggau, sekitar  pukul 23.00 WIB. Ketika disergap, tersangka sempat melawan dan berusaha merebut senjata anggota. Akibatnya tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan mengarak di kaki kiri dan kanan,’’ jelas Kapolres Kepahiang, AKBP. Suparman, SIK, MAP melalui Kabag.Ops. AKP. Eka Chandra, SH, MH dalam jumpa pers yang digelar di Polres, pukul 11.30 WIB, Senin, (11/6). Saat memberikan keterangan pers itu, Kabag.Ops didampingi Kasat Reskrim, AKP. Umar Fatah, SH, MH dan KBO Reskrim, Iptu. Joni Karter.

Kabag.Ops bersama Kasat Reskrim dan KBO memperlihatkan barang bukti yang ditemukan. (foto.rahman jasin)

Dikatakan, aksi penangkapan terhadap tersangka perampok dan pembunuh Linda (41) itu, merupakan wujud perjuangan tak kenal lelang Tim Reskrim dalam menyidik kasus pembunuh Linda. Peristiwa berdarah ini terjadi di tempat pemandian umum Desa Sosokan Baru, sekitar pukul 06.30 WIB, Rabu, (6/5).

‘’Sebelum kejadian, tersangka lebih dulu mengisap lem aibon dan mendatangi lokasi pemandian umum. Ketika itu korban Linda sedang mencuci pakaian bersama 3 ibu ibu lainnya. Menjelang pukul 08.00 WIB, ketiga ibu-ibu yang lain meninggalkan korban sendirian di lokasi. Saat itulah, tersangka menyergap dan langsung membekap mulut korban sambil berkata: ‘Serahkan gelang kau…’ tapi korban berusaha meronta dan melawan. Lalu, tersangka menikam lengan korban dengan 6 tusukan. Kendati terluka, korban masih terus melawan. Akibatnya, tersangka langsung menggorok leher korban. Setelah mengambil gelang korban, tersangka bergegas meninggalkan korban yang terkapar dalam posisi telungkup di TKP,’’ jelas Kabag.Ops.

Kabag Ops. AKP. Eka Chandra, SH, MH saat memberikan keterangan pers. (foto. rahman jasin)

Begitu mendapat laporan, lanjut Kabag.Ops, Tim Reskrim Polres Bersama Polsek Bermani Ilir langsung bergerak melakukan penyelidikan tanpa putus. Hasilnya, dalam tempok 24 jam, tim Reskrim sudah mengantongi identitas tersangka.

‘’Perburuan terhadap tersangka terus lakukan. Beberapa lokasi yang diduga tempat persembunyian tersangka kita sergap. Diantaranya pondok kebun di petalangan dan di Kawasan Warung Pojok. Terakhir kita mendapat informasi, tersangka melarikan diri ke arah Kota Padang, Rejang Lebong untuk naik kereta menuju Kota Palembang. Akhirnya tersangka berhasil ditangkap di Stasiun Kereta Api, Lubuklinggau,’’ ujar Kabag.Ops.

Kasat Reskrim, AKP. Umar Fatah, SH, MH. (foto. rahman jasin)

Sementara tersangka pelaku, Hen (23), mengakui perbuatannya. ‘’Sebenarnya, saya tidak bermaksud membunuhnya. Tapi dia terus melawan makanya saya khilaf,’’ aku tersangka.

Usai menghabisi nyawa korban dan merampas gelang emas yang dipakai korban, tersangka langsung melarikan diri kea rah Desa Warung Pojok. ‘’Selama pelarian, saya hanya makan buah gedang (papaya) dan jambu biji di kebun-kebun yang saya lewati. Dari Warung Pojok saya diantar sepeda motor ke Stasiun Kota Padang dan langsung ke Lubuk linggau. Saat itu, saya akan melarikan diri ke Palembang. Akhirnya saya ditangkap di stasiun Lubuklinggau,’’ ujar tersangka yang mengaku akan menikahi gadis Lampung selepas Hari Raya Idul Fitri mendatang. (rjs)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*