Lilis Suryani Aksa, SE, MM

BLT Covid-19 DD Segera Ngucur

KEPAHIANG –  Terlambat memasukan berkas pencairan DD/ADD 2020,  14 desa terpaksa dibayar sesuai PMK No. 40 Tahun 2020.

‘’91 desa sudah mulai melakukan pencairan 40 persen dana DD/ADD 2020. Sebab berkasnya masuk ke PMD sebelum tanggal 20 April 2020. Sedangkan 14 desa lagi yang terlambat menyampai berkas, maka pencairan tahap I terpaksa dilakukan sesuai PMK No.40 Tahun 2020. Yakni, dicairkan 15 persen dalam 3 bulan terhitung April 2020,’’ jelas Kepala Dinas PMD Kepahiang, Ir.Ris Irianto, M.Si melalui Kabid Fasilitasi Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Desa, Lilis Suryani Aksa, SE, MM kepada potretbengkulu.com, Kamis, (30/4).

Dikatakan,  14 desa yang ‘’ketinggalan kereta’’ itu terdiri dari, 5 desa di Kecamatan Ujan Mas. Yakni, Desa Daspetah II, Suro Lembak, Suro Muncar, Pungguk Meranti, dan Suro Bali.  3 desa di Kabawetan. Terdiri dari Desa Pematang Donok, Sido Makmur dan Tangsi Duren. 3 desa di Kepahiang terdiri dari, Desa Permu, Kelobak dan Sukamerindu. Ditambah 2 desa di Tebat Karai. Yakni Desa Tebing Penyamun dan Tertik. Serta Desa Langgar Jaya, Bermani Ilir.

Dana DD 2020 ini lanjut Lilis Suryani dititikberatkan untuk merealisasikan bantuan langsung tunai (BLT) warga terdampak Covid-19. Sedangkan ADD untuk gaji Kades dan perangkat desa. Serta membantu operasional ATK desa.

‘’Tiap warga mendapat kucuran BLT senilai Rp 600.000 per KK per bulan selama 3 bulan terhitung Bulan April. Warga penerima BLT itu merupakan warga yang belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah. Penyaluran BLT ini dilakukan sesuai Surat Edaran Bupati Kepahiang No.800/256/D/Pemdes/2020 tanggal 30 April 2020,’’ sambung Lilis Suryani.

Jumlah penerima BLT Covid-19 DD itu tukas Lilis Suryani disesuaikan dengan total dana DD yang diterima desa. Misalnya, untuk desa dengan total DD kurang dari Rp 800 juta maka, total BLT yang dikucurkan maksimal 25 persen. Untuk DD Rp 800 juta – Rp 1,2 miliar maksimal 30 persen dan DD diatas Rp 1,2 miliar alokasi BLT-nya mencapai 35 persen.

‘’Saat ini kita belum menerima laporan dari desa-desa tentang jumlah penerima BLT DD ini. Soalnya, desa masih akan merevisi APBDesnya. Diharapkan dalam waktu dekat, para Kades sudah dapat menyampaikan laporannya terkait data penerima BLT DD ini,’’ demikian Lilis Suryani. (rjs).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*