Kasi Pidsus Kejari Kepahiang, Riky Musriza, SH, MH saat mengikuti sidang putusan Kades dan 2 perangkat Desa Embong Sido, Bermani Ilir dalam sidang on line, Rabu, (22/4)

Terbukti Korupsi Kades dan 2 Perangkat Desa Embong Sido Diganjar 1 Tahun 3 Bulan Penjara

KEPAHIANG– Terbukti melakukan tindak pidana korupsi terhadap pengelolaan dana desa (DD) 2017, Kades dan 2 perangkat Desa Embong Sido, Bermani Ilir, Kepahiang masing-masing diganjar majelis hakim dengan hukuman penjara 1 tahun 3 bulan. Ditambah pidana denda Rp 50 juta subsider 1 bulan penjara. Vonis itu dijatuhkan majelis hakim dalam sidang Tipikor yang digelar secara on line, Rabu, (22/4).

Ketiga terdakwa itu adalah, My (Kades), Dh (Sekdes) dan Ab selaku bendahara desa.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim itu lebih ringan 3 bulan dari tuntutan jaksa penuntut umum, Riky Musriza, SH, MH dari Kejari Kepahiang. Sebab, dalam sidang sebelumnya, jaksa meminta ketiga terdakwa masing-masing dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan.

‘’Khusus terdakwa My dibebani pidana tambahan yakni membayar uang pengganti senilai Rp.276.727.973,84,’’ jelas Kajari Kepahiang, H.Lalu Syaifudin, SH, MH melalui Kasi Pidsus, Riky Musriza, SH, MH selaku jaksa penuntut umum kepada potretbengkulu.com.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim langsung diterima ketiga terdakwa. Namun, jaksa penuntut umum masih menyatakan pikir-pikir.

Seperti diketahui, ketiga terdakwa diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa tahun 2017 senilai Rp.276 juta. Dana itu ‘’diraub’’ ketiga terdakwa dalam pelaksanaan proyek pembangunan jalan lapis penetrasi (Lapen) desa. Karena pekerja pembangunan jalan itu dilaksanakan tidak sesuai RAB.(rjs)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*