Tajri Fauzan, SKM, M.Kes

Hasil Rapid Test 1 Warga Diduga Terserang Covid 19

 KEPAHIANG– Dari 18 warga yang menjalani 2 kali rapid test di Kepahiang, ada 1 warga   di Kecamatan Kepahiang yang diduga terpapar Covid 19, Rabu, (15/4).

‘’Masyarakat tidak perlu panik. Hasil rapid test belum bisa menjadi rujukan. Besok, warga yang diduga positif terserang Covid 19 itu akan dimenjalani Swab test yang akan dilakukan tim Dinas  Kesehatan Provinsi Bengkulu,” ungkap Kadis Kesehatan Kepahiang, Tajri Fauzan, SKM, MM kepada potretbengkulu.com, pukul 20.15 WIB.

Dikatakan, kondisi warga yang diduga positif Covid 19 itu masih dalam kondisi sehat. Hanya saja, sebelumnya, pasien itu sembat tidur di Masjid At Taqwa Kota Bengkulu, 21 – 22 Maret 2020 lalu. Bahkan, pasien sempat kontak langsung dengan Jemaah tabligh yang meninggal di Kota Bengkulu belum lama ini.

‘’Untuk pencegahan dan penanggulangan serangan Covid 19, Pemkab Kepahiang menyiapkan dana Rp 12 miliar.  Penanganan Covid 19 ini dilakukan Gugus Percepatan Penanganan Covid 19 Kepahiang. Dari dana Rp 12 miliar itu, Dinkes menyiapkan Rp 5 miliar. Dana Rp 5 miliar itu akan digunakan untuk operasional 3 Posko Covid serta pengadaan alat pelindung diri (APD) tim medis seperti pengadaan penutup kepala, kaca mata geogle, masker, sepatu boot, dan baju khusus. Saat ini Dinkes menurunkan 380 personel untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan Covid 19,’’  tutur Tajri yang juga bertindak sebagai juru bicara Gugus Percepatan Penanganan Covid 19 Kepahiang.

Tajri juga mengimbau masyarakat Kepahiang agar tidak panik. Warga yang memiliki kebun dapat melakukan karantina mandiri dengan bekerja di kebun.

‘’Bekerja di kebun akan lebih sehat. Selain terhindar dari serangan Covid 19, warga juga akan lebih produktif. Seperti mulai panen kopi atau menanam tanaman pangan. Selama bekerja di kebun warga akan berjemur di bawah matahari dan berkeringat. Jadi warga yang memiliki kebun jangan hanya berdiam di rumah saja. Silahkan garap kebunnya,’’ papar Tajri.(rjs)

 

 

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*