Riky Musriza, SH, MH

KPA, Kontraktor dan Konsultan Jalan Negara Dituntut 4 Tahun 6 Bulan Bui

KEPAHIANG – Tiga terdakwa dugaan korupsi proyek rehab jalan negara Kepahiang – Curup dituntut 4 tahun 6 bulan penjara. Ditambah denda Rp 5 juta subsider 6 bulan penjara. Tuntutan itu disampaikan tim jaksa penuntut umum Kejari Kepahiang dan Kejati Bengkulu dalam sidang online yang digelar  Pengadilan Tipikor Bengkulu, kemarin.

‘’Ketiga terdakwa terbukti bersalahan melakukan korupsi pada pelaksanaan proyek rehab jalan negara batas Kepahiang – Taba Mulan tahun 2017 senilai Rp 33 miliar sebagaimana diatur pasal 2 ayat 1 UU No 31 Tahun 1999 jo UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,’’ ungkap Kajari Kepahiang, H. Lalu Syaifuddin, SH, MH melalui Kasi Pidsus, Riky Musriza, SH, MH kepada potretbengkulu.com, Rabu, (8/4).

Dikatakan ketiga terdakwa itu adalah, CP sebagai KPA, SD selaku konsultan dari PT JMM serta MS selaku kontraktor pelaksana dari PT SB.

‘’Sedangkan 1 terdakwa dalam berkas lain, RK selaku pengendali  perusahaan yang mendapat manfaat segera disidangkan ,’’ tuturnya.

Pekerjaan rehab jalan negara dari batas Kepahiang – Benteng di jalur gunung hingga Taba Mulan, Merigi itu dikerjakan PT SB dengan dana Rp 33 miliar. Dari hasil penyidikan Polda Bengkulu terungkap ada beberapa item pekerjaan yang tidak sesuai tapi dilaporkan selesai 100 persen. Akibatnya, negara dirugikan senilai Rp 3 miliar.

Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan pledoi atau pembelaan terdakwa. (rjs)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*