Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kepahiang, Rukismanto, saat meninjau BBI Peraduan Binjai, Tebat Karai, Jum'at, (13/3). (foto.rahman jasin)

8 Kolam Air Deras 1 Kolam Pendedaran 10 Bak Pemijahan BBI Peraduan Binjai Kosong

KEPAHIANG – Balai benih ikan (BBI) di Desa Peraduan Binjau, Tebat Karai, Kepahiang, baru mulai ‘’bergerak’’ berproduksi.  Sehingga, masih banyak kolam yang masih kosong dan belum termanfaatkan.

Kolam-kolam yang belum termanfaatkan itu diantaranya dalam kondisi rusak. Seperti, 8 kolam air deras kosong karena bocor. 1 kolam pendederan juga kosong. Termasuk, 10 bak pemijahan ikan kosong. Serta bak-bak sortasi benih ikan juga kosong.

‘’Saat ini BBI ini kita tutup karena belum bisa menjual benih ikan. Kini stok benih ikan nila ada sekitar 100.000 ekor dan kita baru memiliki sekitar 600 calon indukan nila,’’ jelas Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kepahiang, Rukismanto kepada potretbengkulu.com, Jum’at, (13/3).

Rukismanto meninjau bak-bak pemijahan ikan mas BBI Peraduan Binjai yang masih kosong, Jum’at, (13/3). (foto.rahman jasin)

Pengembangan benih ikan di BBI Peraduan Binjai ini lanjut Ruskismanto selama 2019 sempat mengalami kendala. Soalnya, kolam-kolam ikan BBI sempat diterjang banjir Bulan April 2019 lalu. Akibatnya, stok benih dan indukan ikan hanyut terbawa arus banjir.

‘’Setelah dilanda banjir Bulan April 2019 lalu, BBI juga sempat kekurangan pasokan air karena kemarau.  Tahun 2020 ini kita baru mendapat bantuan 3 paket indukan ikan nila sebanyak 600 ekor. Kini indukan itu mulai berproduksi,’’ paparnya.

Akibat didera banjir dan kemarau, tutur Rukismanto, maka, BBI Peraduan Binjau belum mampu memenuhi target PAD 2019. ‘’Target PAD BBI ini sebesar Rp 10 juta dan baru terealisasi Rp 5 juta. Target PAD 2020 kita upayakan lebih tinggi lagi,’’ ujarnya.

Diakui Ruskismanto, 10 bak pemijahan ikan mas memang kosong karena BBI belum memiliki indukan ikan mas yang siap dipijah atau dikawinkan. ‘’Kalau indukan ikan mas sudah siap, pasti akan kita pijahkan. Bak-bak pemijahan ini siap diisi air. Jika stok benih ikan sudah banyak, maka, akan kita jual dengan harga dibawah harga pasar. Misalnya benih ikan ukuran 5 X 3 kita jual Rp.150 per ekor, ukuran 5 x 8 seharga Rp 250 – Rp.300 pe ekor. Dan 8 x 12 atau 25 ekor per kg kita jual Rp.28.0000 per kg,’’ katanya.

Kolam air deras BBI Peraduan Binjai yang rusak dan tidak termanfaatkan. (foto.rahman jasin)

Sejak kapan 8 kolam air deras dan 1 kolam pendedaran rusak dan terbengkalai?

‘’Sejak 2 tahun lalu. Kita belum ada dana untuk memperbaikinya. Selama ini kita masih mengandalkan kucuran dana DAK. Misalnya tahun 2019 lalu, kita mendapat kucuran dana DAK senilai 170 juta untuk merehab kolam. Sedangkan kucuran dana APBD murni masih sedikit. Tahun 2019  BBI ini mendapat kucuran  Rp 37 juta dan Rp  50 juta tahun 2020” jelas Rukismanto.

Bagaimana dengan BBI Weskust dan BBI Permu?

 ‘’Sampai saat ini BBI Weskust dan BBI Permu belum berproduksi. Karena kondisi kedua BBI itu masih kekurangan air. Jadi belum bisa berproduksi,’’ demikian Rukismanto. (rjs)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*