Gambar Masjid Al Akhsyar Ponpes Darussallam yang sedang dibangun dengan dana Rp 60 miliar.

Ponpes Darussallam Bangun Masjid Rp 60 M

KEPAHIANG– Pondok pesantren (Ponpes) modern Darussallam Kepahiang membangun masjid senilai Rp 60 miliar.

‘’Masjid yang sedang kita bangun ini terdiri dari 4 lantai berukuran 43 X 36 meter. Masjid ini merupakan prototipe masjid agung sebelumnya,’’ ungkap Saukani dari Ponpes Darussallam kepada potretbengkulu.com.

Dikatakan, lantai I merupakan ruang belajar santri berukuran 12 X 36 meter. Lantai II berukuran 20 X 36 meter. Terdiri dari  lab Bahasa, lab komputer, lab IPA perpustakaan  dan ruang serba guna.

‘’Masjid berada di lantai III dan IV. Jadi, walaupun desain masjid agung sebelumnya gagal diwujudkan, tapi, desain masjidnya kita bangun di Ponpes Darussallam ini,’’ ujar Saukani.

Masjid Al Akhsyar yang sedang dibangun di Ponpes Darussallam Kepahiang senilai Rp 60 miliar. (foto.rahman jasin)

Konstruksi Masjid Al Akhsyar ini lanjut Saukani, khusus didesain untuk lahan curam. Sesuai dengan kondisi tanah yang ada di Ponpes Darussallam.

‘’Jika bangunan masjid ini sudah selesai, maka, bangunan ruang belajar dan kantor yang berada di depan masjid ini akan kita robohkan. Sehingga, masjid akan terlihat megah,’’ tuturnya.

Diakui Saukani, saat pertama didirikan, lahan Ponpes Darussallam hanya 2 hektare. Kini, lahan sudah diperluas menjadi 7 hektare.

‘’Saat ini total santri MIS, MTs dan MA sudah mencapai 1.536 santri. Rinciannya, 498 santri MIS, 817 santri MTs dan MA. ditambah 230 santri MTs cabang di Barat Wetan. Hanya santri MIS yang tidak mondok di asrama. MTS dan MA seluruhnya mondok,’’ ujarnya.

Saukani memperlihatkan lahan Ponpes Darussallam. (foto.rahman jasin)

Ponpes Darussallam,  menerapkan kurikulum Kemenag dan kurikulum Ponpes Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Serta tahfidz atau menghafal al qur’an.

Saking padatnya jadwal belajar, maka, para santri sudah harus bangun pukul 03.30 WIB. Lalu kumpul di masjid untuk mempelajari Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Usai Sholat Subuh kembali dilanjutkan  hingga pukul 06.00 WIB.

‘’Pukul 06.00 WIB santri kembali ke asrama untuk sarapan.Pukul 06.30 WIB kembali ke masjid untuk Sholat Dhuha. Pukul 07.00 – 12.00 WIB belajar di kelas. Usai santap siang pukul 13.00 – 16.00 WIB, kembali belajar, 16.00 – 17.00 WIB belajar tahfidz. Pukul 17.00 – 18.00 WIB santri diberi kesempatan bermain. Usai Sholat Magrib hingga  Isa’ para santri belajar tahfidz di masjid. Usai Isa’ hingga pukul 21.30 WIB, para santri belajar malam. Pukul 22.00 WIB para santri wajib tidur. Untuk menyenangkan para santri, setiap Hari Jum’at para santri kita bawa berenang di Sungai Sempiang,’’ papar Saukani.

Para santri MIS diasuh 30 ustadz, MTs dibimbing 30 ustadz dan MA sebanyak 31 ustadz.

‘’Ponpes juga memiliki panti asuhan. Ada 63 santri MTs dan MA yatim yang tinggal di panti asuhan dan bebas biaya belajar,’’ demikian Saukani. (rjs)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*