Gubernur menyampaikan sambutan. (foto. rahman jasin)

Gub Tetapkan
Batam Jadi Desa Kopi Tangguh Iklim

KEPAHIANG– Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menetapkan Desa Batu Ampar (Batam), Merigi, Kepahiang sebagai Desa Kopi Tangguh Iklim, Selasa, (28/1).

Penetapan itu dilaksanakan dalam Deklarasi Desa Kopi Tangguh Iklim yang dideklarasikan forum perempuan alam lestari peduli. Deklarasi dihadiri Waka I DPRD Kepahiang,  Andrian Defandra, Msi, para kepala OPD jajaran Pemprov Bengkulu. Camat Merigi, Holil Bermani, S.Sos, Kades Batam, Herwan Iskandar. Serta warga desa.

Deklarasi dibacakan Ketua Perempuan Alam Lestari, Supartina Paksi. Usai menyaksikan deklarasi desa kopi tangguh iklim, Gubernur mengapresiasi gerakan perempuan alam lestari dalam menjaga eko sistem dan iklim.

‘’Saya mengapresiasi upaya kaum perempuan Desa Batu Ampar yang telah ikut menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Desa ini merupakan sentra produksi kopi, gula aren dan rebung. Sehingga, produksi komoditas ini sangat dipengaruhi kondisi iklim. Jika iklim dan lingkungan terjaga, maka, produksi kopi dan pertanian lainnya juga akan terjamin dalam jangka panjang,’’ kata Gubernur.

Ketua TP PKK Desa Batam, Merigi, Ny Herwan memberikan cinderamata berupa gula merah kepada Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, Selasa, 28 Januari 2020. (foto.rahman jasin)

Untuk mendukung peningkatkan kwalitas dan kwantitas produksi kopi petani, Gubernur sudah menyiapkan beberapa sarana pendukung.

‘’Pabrik dan sortasi kopi ada di Benteng, pelabuhan Pulau Baai sebagai sarana ekspor. Serta resi gudang di Tebat Karai, Kepahiang yang akan kita resmikan siang ini, pukul 13.00 WIB, Selasa, (28/1). Kopi robusta Bengkulu merupakan kopi robusta terbaik di dunia. Hal ini terungkap dalam pameran kopi di Paris, Francis. Untuk itu, budi daya kopi Bengkulu harus kita galakan dan terus kita promosikan. Salah satu upaya promosi akan kita lakukan dalam agena ‘’Hari Kopi Internasional 2020’’ yang akan digelar di Benteng Marlbouroght. Kita akan melaksanakan pameran produksi kopi dan para tamu akan kita ajak mengunjungi Desa Batam sebagai desa kopi tangguh iklim,’’ tutur Gubernur.

Sementara Kades Batam, Herman Iskandar, SPd.I, menjelaskan, Desa Batam sudah mendeklarasikan diri sebagai desa kopi tangguh iklam. Para petani dan perempuan desa sangat memahami kondisi iklim yang dapat mempengaruhi produksi pertanian.

Gubernur foto bersama Kades, Camat dan Waka I DPRD Kepahiang, Selasa, 28 Januari 2020. (foto.rahman jasin)

‘’Untuk mengantisipasi pemanasan global, kaum perempuan desa yang tergabung dalam Perempuan Alam Lestari melakukan langkah-langkah konkret. Seperti, menanam pohon keras produktif di kebun kopi. Seperti al pukat, aren, bambu dan nangka. Sehingga petani desa kita tidak lagi menerapkan pola mono kultur tapi sudah mengembangkan pola poly kultur. Diharapkan langkah ini dapat meningkatkan pendapatan petani,’’ paparnya.

Gub foto bersama ibu-ibu DEsa Batam, Merigi. (foto.rahman jasin)

Diakui Herwan,  produksi kopi Desa Batam tergolong tinggi. Yakni, 300 ton per tahun, gula aren 50 kg per hari. Serta rebung 1-1,5 ton per hari.

Diakhir acara, Ketua TP PKK Batam, Ny Herwan memberikan cinderamata kepada Gubernur berupa 1 bakul gula merah. Saat itu, Gubernur juga memberikan bantuan uang tunai. (rjs)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*