Kades Taba Padang, Yoyon

Honor Turun Kades dan Perangkat Ngadu ke Dewan

KEPAHIANG– Gara-gara honor turun, para Kades dan perangkat desa yang tergabung dalam APDESI dan PPDI Kepahiang  ngadu ke DPRD, Senin, (27/1).

Aspirasi para Kades yang dipimpin Ketua APDESI, Kades Tebat Monok, Fadillah dan Sudirman selaku Ketua PPDI itu diterima Waka I DPRD Kepahiang, Andrian Defandra, SE, MSi bersama beberapa anggota DPRD.

‘’DD dan ADD tahun 2020 ini turun. Dampaknya, honor Kades dan perangkat dalam ADD juga ikut turun. Ini yang membuat kami para Kades dan perangkat merasa keberatan sehingga kita mencoba menyampaikan aspirasi ke dewan. Kami berharap kebijakan penurunan DD dan ADD ditinjau ulang. Termasuk penurunan honor Kades dan perangkat desa,’’ ungkap Fadillah usai hearing dengan wakil rakyat kepada potretbengkulu.com.

Sebelumnya, lanjut Fadillah, honor Kades sebesar Rp 1.200.000 per bulan dan kini turun menjadi Rp 1.000.000 per bulan. Sekdes Rp.900.000 turun jadi Rp 800.000 dan para Kaur Rp 800.000 turun jadi Rp 500.000 per bulan.

Hal senada disampaikan Kades Taba Padang, Seberang Musi, Yoyon. ‘’Dana DD dan ADD Desa Taba Padang turun. DD tahun 2019 Rp.746.329.600 dan ADD Rp.345.850.000. Sedangkan DD 2020 turun menjadi Rp.716.803.800 dan ADD 2020 turun jadi Rp.321.276.383,’’ tutur Yoyon.

Padahal, kata Yoyon, Desa Taba Padang ditetapkan sebagai desa sangat tertinggal. Sehingga sangat membutuhkan dana pembangunan.

‘’Areal persawahan di Dusun IV belum tersentuh pembangunan. Irigasinya masih irigasi yang dibuat warga. Di lahan persawahan itu ada sumber mata air panas.  Makanya, melalui DD 2020 ini kita akan membangun jalan menuju objek wisata air panas sepanjang 1,2 KM sekaligus membangun irigasinya,’’ jelas Yoyon.

Kades Sosokan Taba, Muara Kemumu, Arpani, juga menyampaikan keluhan serupa.  ‘’DD tahun 2020 turun Rp 300 juta. Yakni, dari DD 2019 senilai Rp.1,8 miliar turun jadi Rp 1,5 miliar,’’ terang Arpani.

Menurut Arpani, Desa Sosokan Taba merupakan besa besar yang terdiri dari 13 dusun. Jumlah penduduknya mencapai 5.000-an jiwa yang tergabung dalam 1.100 KK.

Sedang Waka I DPRD Kepahiang, Andrian Defandra, mengaku siap memperjuangkan aspirasi para Kades dan perangkat. ‘’Aspirasi para Kades dan perangkat desa ini akan kita komunikasikan dengan bupati.  Dan kita berjanji akan menambah alokasi dana DD/ADD tahun 2021 sebesar 10 persen,’’ demikian Andrian Defandra. (rjs)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*