Bupati menempelkan striker KK miskin di Desa Karang Tengah, Kepahiang.

Rumah Dipasangi Striker 336 KK Miskin ‘’Mundur’’

KEPAHIANG – Setelah rumah KK miskin ditempeli striker ‘’Keluarga Miskin’’,  336 KK di 8 kecamatan di Kepahiang langsung mengundurkan diri atau garaduasi  dari daftar penerima bantuan sosial tahun 2019. Penempelan striker KK miskin itu sudah dilakukan Dinsos PMD sejak 1 bulan lalu.

‘’Total KK miskin penerima manfaat di 8 kecamatan mencapai 5384 KK. Setelah dilakukan verifikasi dan validasi serta rumah-rumah KK miskin itu dipasangi striker tercatat 336 KK mengundurkan diri. Bisa jadi KK yang mundur itu bukan KK miskin lagi. Soalnya verifikasi dan validasi dilakukan untuk memastikan bahwa penerima bantuan itu benar-benar yang memenuhi syarat,’’ jelas Kadis Sosial dan PMD Kepahiang, Ir.H.Ris Irianto kepada potretbengkulu.com.

336 KK miskin yang mengundurkan diri itu terdiri dari 15 KK di Kecamatan Tebat Karai, 121 di Ujan Mas, 34 di Merigi, 10 di Seberang Musi, 62 di Kepahiang, 6 di Bermani Ilir, 85 di Kabawetan dan 3 di Muara Kemumu.

Bupati foto bersama sebelum menempelkan striker KK miskin di Desa Karang Tengah.

Dikatakan verifikasi dan validasi KK miskin serta pemasangan striker di rumah-rumah KK miskin itu dilakukan Dinsos dan PMD bersama  perangkat desa.

‘’Bahkan di Desa Karang Tengah, Kepahiang, striker di rumah KK miskin itu dipasangi langsung oleh Pak Bupati,’’ ujar Ris Irianto.

Daftar KK miskin lanjut Ris Irianto merupakan data yang masuk ke basis data terpadu (BDT) Kemensos RI. Data itu dihimpun berdasarkan data yang disampaikan desa berdasarkan hasil musyawarah desa.

‘’Kini data BDT itu sedang diverifikasi dan validasi perangkat desa. Sehingga datanya benar-benar valid. Soalnya, data KK miskin ini bergerak dinamis karena dipengaruhi beberapa faktor. Misalnya, hari ini KK itu kaya besok bisa saja mendadak miskin. Begitu juga sebaliknya. Selain itu hari ini masuk daftar KK miskin besok meninggal dunia. Atau, hari ini terdaftar sebagai KK miskin desa A besok pindah ke luar daerah. Makanya, verifikasi dan validasi terus dilakukan setiap 3 bulan sekali,’’ terang Ris Irianto.

‘’Selama 2019, kita sudah menyalurkan dana bantuan program keluarga harapan (PKH) senilai Rp.14.463.575.000  untuk 5384 KK miskin,’’ demikian Ris Irianto. (rjs)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*