Wina Mardiani (20)

Mayat Wina Diotopsi

BENGKULU – Tim Reskrim Polres Bengkulu terus berupaya keras mengungkap pembunuhan Wina Mardiani (20), mahasiswi Fakultas Ekonomi, Unib yang mayatnya ditemukan terkubur di rawa-rawa belakang rumah kosnya di Kelurahan Beringin Raya, Kota Bengkulu.

Ketika ditemukan kondisi mayat Wina sangat mengenaskan. Kepala terbungkus dan kaki terikat dalam kondisi bugil, Minggu, (8/12). Untuk menyibak kasus pembunuhan sadis ini, tim Polres berusaha mengotopsi mayat Wina, Senin, (9/12).

Sebelumnya korban dinyatakan hilang selama 5 hari oleh pihak keluarganya. Kini polisi sedang berusaha mengungkap pelaku yang tega menghabisi nyawa mahasisiwi cantik yang dikenal sangat sopan dan taat beribadah ini.

Pantauan potretbengkulu Minggu malam, tim inafis Polres Bengkulu melakukan penggeledahan di kos-kosan dan area sekitar TKP. Benda-benda yang disita polisi diantaranya dua  bilah senjata tajam, dua celana dan beberapa helai kain. Sebelumnya polisi juga telah menyita cangkul dan sendal milik korban.

Selain membawa beberapa benda, polisi juga membawa 5 orang penghuni kos. Kelimanya dibawa untuk didengar keterangannya dalam rangka penyelidikan. Sebelumnya, dari keterangan beberapa orang tetangga korban mengatakan ada sejumlah kejanggalan dari peristiwa tewasnya Wina ini. Salah satu kejanggalan tersebut adalah menghilangnya penjaga kos saat proses pencarian Wina berlangsung.

Sinta Alena tetangga sebelah kamar korban mengatakan, kos tersebut dijaga oleh sepasang suami istri. “Istri penjaga kos tersebut mendadak pulang kampung sekitar pukul 16.00 WIB atau satu jam sebelum jenazah Wina ditemukan di belakang kos,” kata Sinta.

Istri penjaga kos tersebut menitipkan kunci gerbang kos kepada salah satu penghuni. Kata Sinta alasan istri penjaga kos tersebut pulang kampung karena ibunya sedang kritis di rumah sakit. Sedangkan suaminya sudah meninggalkan kos sejak Sabtu sore.

Penemuan mayat korban ini bermula dari warga dan keluarga korban curiga atas menghilangnya penjaga kos-kosan tempat dimana korban tinggal.  Kemudian warga mencoba menelisir kawasan kos-kosan tersebut. Hingga akhirnya warga mengarah ke sawah di belakang kos-kosan. Warga mendapati sandal milik korban dan lubang bekas galian seukuran tubuh manusia.

“Kami temukan sendal, lubang bekas galian dan cangkul. Berikutnya kami temukan lubang galian yang rapi, kemudian kami rogoh dengan kaki ada benda keras di dalam karung semen dan ada buah kelapa. Kemudian kami gali lagi kami temukan minyak hasil dari lemak manusia hingga kami gali dan kami temui korban dalam keadaan meninggal dunia,” jelas keluarga korban, Ery Zulhayat.

Atas penemuan tersebut,  jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi.(P-08)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*