Pengunjung ''menyerbu'' pantai berkas yang surut dalam beberapa hari terakhir.

Laut Surut Pengunjung ”Serbu” Pantai Berkas

BENGKULU – Air laut di kawasan  wisata Pantai Panjang Kota Bengkulu surut hingga hamparan karang muncul ke permukaan ‘’diserbu’’ pengunjung dalam beberapa hari ini. Para pengunjung bukan hanya  berfoto ria. Tapi ada diantaranya  yang mencari ikan di sela-sela karang.

Mahasiswi IAIN Bengkulu, Selviana (23) mengaku, sengaja berwisata ke Pantai Berkas karena melihat kondisi airnya yang surut. Sehingga membuat sejumlah karang dan hewan laut yang selama ini berada terendam air bisa dengan mudah terlihat.

“Kalau air laut pasang, karangnya sulit untuk dilihat, sekarang airnya sedang surut ini sangat menarik dan bisa ketengah. Bisa dikatakan jadi objek wisata baru lah,” kata Selviana, Kamis, (28/11).

Ia mengaku, awalnya tahu Pantai Panjang surut ketika melihat sejumlah foto dan video dari sosial media (sosmed). Atas unggahan tersebut membuat dirinya bersama teman-temannya memutuskan untuk berkunjung ke Pantai Panjang.

“Awalnya melihat foto-foto yang diunggah di sosmed, makanya kita juga ke sini,” ujarnya.

Sementara itu, pelajar SMKS Kota Bengkulu, Ririn mengaku, sangat senang bisa menikmati keindahan Pantai Panjang Bengkulu. Selain pantainya indah, kondisi pantai yang surut membuat keindahan semakin terasa. Sehingga bisa membuatnya bermain hingga ke tengah pantai tanpa harus berenang.

“Kan kalau berenang disini dilarang, dengan surut ini maka kita bisa merasakan ada di tengah-tengah pantai sekaligus cari ikan dan ubur-ubur,” ungkap Ririn.

Disisi lain, Kepala BMKG Provinsi Bengkulu, Kukuh Ribudianto, MSi mengatakan, fenomena surutnya air laut ini merupakan hal yang biasa terjadi ketika akan masuk musim penghujan. Selain itu, fenomena ini juga akibat gaya tarik bulan dan matahari. Posisi bulan dan matahari terhadap bumi dapat menyebabkan terjadinya pasang atau surut air laut.

“Pasang atau surut maksimum biasanya terjadi pada awal bulan Qomariah atau bulan Purnama. Pada awal bulan Qomariah ini jarak bulan terhadap bumi menjadi terdekat (perigee),” tutupnya.(P-08)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*