Kepala Bulog Divre Bengkulu, Defrizal

Jelang Natal dan Tahun Baru
Bulog Siapkan 12 Ton Daging Beku dan Pertamina Tambah 5000 Gas ”Melon”

BENGKULU – Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Provinsi Bengkulu menyiapkan daging beku sebanyak 12 ton dari India. Daging beku disiapkan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan dan terjadinya lonjakan harga daging menghadapi Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

“Daging beku tersebut kami kami siapkan dan akan disistribusikan ke beberapa kabupaten di Bengkulu,” kata Kepala Bulog Divre Bengkulu, Defrizal, Rabu (27/11).

Menurutnya, pihaknya sudah menyiapkan kotak pendingin daging impor tersebut di gudang Bulog Bengkulu. Kotak pendingin atau kulkas tersebut mampu menampung 12 ton daging beku. Kotak pendingin daging beku tersebut sudah memenuhi standar dan mampu menyimpan daging beku lebih satu bulan. “Kita sudah ada lemari pendingin dan bisa menyimpan daging beku,” tutur Defrizal.

Dikatakan, daging beku dari India tersebut sudah mendapat izin dari dinas instansi terkait serta sudah mendapat rekomendasi dari Dinas Peternakan Provinsi Bengkulu dan telah mendapatkan sertifikat halal dari MUI. Sehingga kualitas daging sudah teruji dan aman untuk dikonsumsi.

“Kami sudah mendapatkan izin dan daging beku tersebut akan dipasarkan di seluruh pasar di Bengkulu,” ungkapnya.

Sementara itu pantauan potretbengkulu.com, harga daging sapi saat ini stabil pada angka Rp 120.000/kg. Sedangkan persediaan daging sapi di beberapa pasar di Bengkulu masih aman dan mencukupi.

Sementara itu, Region Manager Communicaton & CSR Pertamina Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf mengatakan, akan menambah pasokan gas elpiji bersubsidi tabung gas 3 kg untuk Provinsi Bengkulu sekitar 5.000 tabung/hari. Penambahan pasokan gas elpiji bersubsidi tersebut dilakukan Desember ini, mengantisipasi kelangkaan dan lonjakan harga gas elpiji tabung 3 kg menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Menghadapi Natal dan Tahun Baru nanti, Pertamina akan menambah pasokan gas elpiji tabung 3 kg untuk Bengkulu sekitar 5.000 tabung/hari. Karena itu, warga Bengkulu tidak perlu melakukan aksi borong gas elpiji bersubsidi tersebut,” kata Rifky.

Sementara dari pantauan potretbengkulu.com di Kota Bengkulu, harga gas elpiji tabung 3 kg mencapai Rp 25.000/tabung. Sedangkan harga di pangkalan  Rp 15.500/tabung. Selain harga mahal, persediaan gas bersubsidi tersebut pun langka.(P-08)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*