Kata Kadis PUPR
‘’Hingga 2020 Jalan Ring Road dan Jembatan Musi II Tidak Dianggarkan’’

KEPAHIANG– Kadis PUPR Kepahiang, Rudi Andi Sihaloho, ST, mengakui pembangunan jalan ring road Tebat Monok – Kelobak belum bisa dilanjutkan hingga 2020.

‘’Untuk menyelesaikan pembangunan jalan ring road sepanjang 5 KM itu dibutuhkan dana sekitar Rp 60 miliar. Selain untuk mengaspal badan jalan juga ada 1 jembatan lagi yang harus dibangun di jalur itu. Yakni, jembatan Sungai Air Ketapang yang ukurannya lebih kecil dibanding jembatan Sungai Musi,’’  kata Rudi Andi Sihaloho kepada potretbengkulu.com, Senin, (25/11).

Selain itu lanjut Rudi, jembatan Sungai Musi juga perlu dilakukan finishing. Khususnya pemasangan asesoris jembatan yang diperkirakan menelan dana Rp 20 miliar.

‘’Jadi, total dana yang dibutuhkan untuk menuntaskan pembangunan jalan ring road beserta jembatannya itu mencapai Rp 80 miliar. Dana APBD kita tidak memungkinkan untuk membiayainya,’’ tutur Rudi.

Diakui Rudi, dana APBD Kepahiang terakhir dikucurkan tahun 2015 senilai Rp 10 miliar. Dana itu digunakan untuk menyelesaikan badan jembatan Musi.

‘’Tahun 2018 lalu, saya bersama Pak Sekda pernah mengusulkan ke Ditjen Bina Marga Kementerian PU  tentang ‘tukar guling’ pengelolaan jalan ring road dengan jalan yang ada saat ini. Yakni, jalan lintas dari Tebat Monok hingga Kelobak. Namun, Dirjen Bina Marga belum bersedia menerima usulan kita. Alasannya, pihak kementerian tidak memiliki dana pembangunan jalan lagi. Yang ada dana untuk pemeliharaan dan perawatan. Sebenarnya Dirjen setuju dengan rencana tukar guling itu tapi Dirjen meminta agar jalan ring road itu lebih dulu diaspal dan jembatannya dibangun,’’ ujar Rudi.

Sebenarnya tukas Rudi, ada solusi yang tidak terlalu memberatkan APBD Kepahiang. Yakni, dana APBD dikucurkan untuk membangun badan jalan dalam ukuran kecil. Misalnya jalan itu dibangun dengan lebar 3 atau 4 meter. Jika badan jalan sudah diaspal, maka, pihak Kementerian PU bisa melanjutkan pelebarannya. Karena lebar badan jalan ring road itu direncanakan  mencapai 8 meter.

‘’Jika kita bangun hotmiks dengan lebar 3 atau 4 meter, tentunya dana yang dibutuhkan akan jauh lebih kecil dan pelaksanaannya bisa dilakukan secara bertahap. Jika badan jalannya sudah diaspal, pihak kementerian bersedia melakukan tukar guling dengan jalan negara melintas Kota Kepahiang ,’’ terangnya. (rjs)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*