Wagub hadiri workshop monitoring evaluasi (monev) jajanan sekolah di hotel Santika, Senin (25/11).

BPOM Pusat Minta Pemda Keluarkan Regulasi Keamanan Pangan

BENGKULU – Orangtua agar lebih nemperhatikan jajanan anaknya di sekolah, maupun di luar sekolah. Sebab berdasarkan data sampling yang diambil oleh BPOM pusat pada tahun 2018, beberapa jajanan anak-anak sekolah jenis makanan ternyata tidak memenuhi syarat keamanan.

Ini terungkap dalam workshop monitoring evaluasi (monev) jajanan sekolah di hotel Santika, Senin (25/11). Terungkap bahwa diantara makanan yang tidak memenuhi syarat keamanan yakni makanan yang mengandung pemanis buatan berlebih.

Bahkan ditemukan ada yang tercemar mikrobiologi bakteru E-Coli. Karena ini terus berulang, BPOM pusat meminta pemerintah daerah membuat regulasi program keamanan pangan jajanan sekolah.

“Pengawasan pangan jajanan sekolah salah satu permasalahan serius yang dihadapi pemerintah. Data sampling BPOM 2018 menunjukkan beberapa jenis jajanan sekolah tidak memenuhi syarat keamanan pangan,” ujar Kasubdit Pemberdayaan Usaha Direktorat PMPU BPOM RI, Dyah Sulistyorini.

Wakil Gubernur Bengkulu, Dedy Ermansyah yang hadir dan membuka langsung workshop itu mengatakan bahwa pemprov berkomitmen melanjutkan pembahasan regulasi tentang pangan jajanan sekolah ke Biro Hukum dengan harapan pengawasan terhadap jajanan sekolah lebih intensif.

Sementara itu, Kepala BPOM Bengkulu, Syafrudin mengatakan dari pengawasan jajanan di 283 sekolah di Kota Bengkulu, Kepahiang, Rejang Lebong dan Seluma diklaim sudah memenuhi standar keamanan pangan.

Pantauan potretbengkulu.com, selain workshop dikesempatan yang sama juga dilaksanakan pemberian piagam bintang keamanan kantin untuk beberapa sekolah serta penyerahan nomor izin edar Bermani Coffee Rejang Lebong.(P-08)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*