Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kota Bengkulu dengan UPTD Pasar, BLH, dan Disperindag Kota Bengkulu, Rabu (20/11).

Dewan Pertanyakan ”Kebocoran” PAD Pasar Panorama

BENGKULU – Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Baidari Citra Dewi mempertanyakan ”bocor” dan rendahnya  PAD Pasar Panorama yang hanya terhimpun, Rp 1,3 miliar per tahun. Sedangkan para pedagang dibebani banyak pungutan. Hal ini terungkap dalam hearing atau rapat dengar pendapat Komisi III dengan UPTD Pasar, BLH, dan Disperindag Kota Bengkulu, Rabu (20/11).

“Kami menyesali di Pasar Panorama itu lebih banyaklah pungutan liar dari PAD kita,” jelasnya.

Ia mencontohkan pendapatan dari listrik yang digunakan oleh pedagang. Dimana, pedagang membayar listrik tersebut kepada oknum dan pihak Disperindag tidak tahu retribusi listrik masuknya kemana. “Ini kan kayaknya didiamin, masa gak tahu kemana?” imbuhnya.

Tak hanya listrik, kata politisi NasDem ini, masih banyak lagi pungutan ilegal yang dibebankan ke pedagang. Misalnya uang keamanan, pungutan lapak dan lainnya.

“Per lapak itu ada yang dipungut sampai Rp 90 ribu oleh oknum. Kalikan berapa lapak itu, masa tidak masuk PAD-nya,” ungkapnya.

Menurutnya, solusi dari permasalahan ini adalah Pemkot Bengkulu membuat perwal atau perda untuk menata PAD pasar tersebut. Melalui peraturan itu, ia juga minta agar retribusi lapak yang masuk ke PAD dinaikkan.

“Masa yang masuk ke PAD hanya Rp 20 ribu per auning per bulan. Dan disana ada 1500 auning,” tambahnya.

Selain itu, ia minta agar Dishub menata kembali titik parkir yang ada di sana.  “PAD kita di Pasar Panorama ini sebenarnya banyak. Yang tadi cuma Rp 1 miliar harusnya bisa Rp3 miliar,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala UPTD Pasar Kota Bengkulu, Roni Bambang, mengakui ada beberapa pungutan  kepada pedagang yang ada di Pasar Panorama. Misalnya, pungutan listrik, auning, kebersihan, keamanan, dan lainnya.

“Untuk uang keamanan itu misalnya hasil pemufakatan para pedagang, dan uangnya tidak masuk ke PAD kita,” ungkap Roni.(P-08)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*