Yusri

Waspada Investasi Ilegal Modus Perkebunan

BENGKULU – Satgas Waspada Investasi mengimbau masyarakat mewaspadai tawaran investasi ilegal berkedok perkebunan atau penanaman pohon dan sejenisnya. Pasalnya saat ini ada investasi ilegal bernama Kampung Kurma telah melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari pihak berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.

Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Yusri mengatakan, Kampung Kurma tidak memiliki izin usaha untuk melakukan kegiatan investasi perkebunan. Mereka melakukan perdagangan dengan cara cash and carry, bukan investasi.

Oleh karena itu, Satgas Waspada Investasi telah mengajukan pemblokiran situsnya kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Selain itu, Satgas juga telah melaporkan Kampung Kurma kepada Bareskrim Polri. “Kampung Kurma menawarkan investasi unit lahan pohon kurma,” kata Yusri.

Dijelaskannya, skema bisnis Kampung Kurma adalah menawarkan investasi unit lahan pohon kurma dengan skema 1 unit lahan seluas 400m2-500m2 ditanami 5 pohon kurma dan akan menghasilkan Rp175 juta per tahun. Selanjutnya, pohon kurma mulai berbuah pada usia 4-10 tahun dan akan terus berbuah hingga usia pohon 90-100 tahun.

“Modus seperti itu tidak rasional karena menjanjikan imbal hasil tinggi dalam jangka waktu singkat, tidak ada transparansi terkait penggunaan dana yang ditanamkan, dan tidak ada jaminan pohon kurma yang ditanam tersebut benar tumbuh/tidak mati/ tidak ditebang oleh orang lain,” ujar Yusri.

Oleh karena itu, Satgas Waspada Investasi mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dengan penawaran investasi ilegal dengan modus penanaman pohon, perkebunan, dan sejenisnya karena hal tersebut masih sering terjadi. “Investasi memang penting untuk dilakukan. Namun, bukan berarti kamu sembarangan dalam berinvestasi,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada masyarakat harus memastikan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan. Kemudian juga harus memastikan produk investasi tersebut apakah memiliki izin atau tercatat sebagai mitra pemasar. Serta memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Jadi, hati-hati ya ketika mendapatkan tawaran investasi dari berbagai pihak. Kamu harus mempertimbangkan dengan baik sebelum memutuskan untuk menyimpan uangmu pada suatu jenis investasi. Pelajari dan telusuri terlebih dahulu tawaran tersebut. Jika kamu menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, kamu dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Kontak OJK 157 (WA 081157157157), email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id,” tutupnya.(P-08)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*