Meri Sasdi, M.Pd

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Persiapkan Launching E-Library

BENGKULU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu mulai berbenah dan berinovasi seiring perkembangan zaman. Dalam waktu dekat akan dilaunching progtam E-Library atau perpustakaan digital. Ini dijelaskan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu Meri Sasdi, M.Pd saat diwawancarai potretbengkulu.com di ruangan kerjanya Selasa (19/11).

Berdasarkan keterangan Meri, diperkirakan untuk aplikasi E-Library sudah bisa dioperasikan dan diakses minggu depan. Sedangkan untuk launchingnya belum ditetapkan jadwalnya. Namun direncanakan akan dilaunching langsung oleh Gubernur Bengkulu Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M.MA.

“Walaupun kita nanti ada program E-Library, tapi tetap ada buku fisiknya. Jadi sebagian E-Library itu ada buku fisiknya. Kalau untuk launchingnya nanti kita atur waktunya. Mudah-mudahan pak gubernur sempat jadir untuk meresmikannya,” jelas mantan Kadispora yang akrab dengan wartawan ini.

Dikatakan Meri, saat launching nanti akan diundang seluruh pengelola perpustakaan SMA/SMK termasuk para guru. “Nanti dengan program baru itu kita juga beli buku, dan ada 1.500 buku berbagai judul yang pinjam pakai,” kata Meri.

Dengan adanya perpustakaan digital itu nanti, masyarakat yang datang ke perpustakaan dapat dengan mudah mencari berbagai buku karena tinggal mengetik judul buku melalui aplikasi yang disediakan.

“Dalam E-Library itu kita tinggal ketik judul buku, misalnya tentang kelapa sawit. Nanti muncul semua judul buku yang berkaitan dengan kelapa sawit dan bisa dibuka lembaran halamannya,” terang Meri.

Menurut dia, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan saat ini sangat luar biasa fungsi dan tupoksinya. “Harusnya dari dulu memiliki pergub tentang pengelolan kearsipan. Tapi baru ada pergubnya tahun 2019 ini,” ujarnya.

Selain program E-Library, sambung Meri pihaknya juga menyukseskan program Satu Desa Satu Perpustakaan. “Konsepnya program ini luar biasa ketika satu desa miliki satu perpustakaan, bukan hanya jadi tempat minjam buku tapi jadi tempat berbagai aktifitas yang bisa dilakukan. Contohnya kegiatan pengelolaan keripik pisang, cara pengolahannya bagaimana dan cara pemasarannya, bukunya ada, pemandunya juga ada. Atau tentang ternak ikan, di perpustakaan itu ada buku-buku literasi tentang ternak ikan,” demikian Meri.(P-08)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*