Stand OJK di Bengkulu Expo 2019

OJK Buka Layanan SLIK di Bengkulu Expo

BENGKULU – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu membuka stand atau khusus untuk melayani permintaan informasi debitur perbankan dan layanan jasa keuangan lainnya, termasuk informasi program Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK di Pameran Bengkulu Expo 2019.

“Banyak manfaat yang bisa dipetik dengan adanya SLIK yang sekarang kewenangannya ada di OJK, kalau dulu di BI namanya Sistem Informasi Debitur (SID). Bahkan masyarakat sudah mulai mengunjungi stand OJK langsung di Bengkulu Expo 2019 ataupun menghubungi melalui call center 157,” kata Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Yusri.

Ia mengungkapkan, pelaksanaan SLIK di Bengkulu Expo 2019 berjalan lancar. Pegawai yang bertugas juga mampu melayani dengan baik dan ramah. Bahkan melalui stand OJK di Bengkulu Expo ini, masyarakat akan mendapatkan Informasi yang diberikan melalui SLIK yaitu informasi debitur (iDeb) melalui aplikasi iDeb Viewer.

“SLIK merupakan infrastruktur penting di sektor jasa keuangan yang dapat digunakan oleh pelaku industri untuk mitigasi risiko, khususnya risiko kredit sehingga dapat membantu menurunkan tingkat risiko kredit bermasalah. Selain itu, keberadaan SLIK juga mampu mendukung perluasan akses kredit atau pembiayaan,” tutur Yusri.

Ia menjelaskan, manfaat SLIK bagi kreditur diantaranya, membantu dalam mempercepat proses analisis dan pengambilan keputusan pemberian kredit, menurunkan risiko kredit bermasalah di kemudian hari, dapat mengurangi atau meminimalkan ketergantungan pelapor atau pemberi kredit kepada agunan konvensional, pemberi kredit dapat menilai reputasi kredit calon debitur sebagai pengganti atau pelengkap agunan, efisiensi biaya operasional, mendorong transparansi pengelolaan kredit.

“Namun kita juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan data SLIK agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang bertanggung jawab,” tambah Yusri.

Bagi siapa yang membocorkan data SLIK pada pihak yang tidak bertanggung jawab tanpa seizin pemilik data, kata dia, bisa dikenakan sanksi atau denda Rp 50 juta per informasi. “Sanksi itu diatur dalam POJK,” jelasnya.

Sementara bagi debitur atau masyarakat umum, keberadaan SLIK dapat dimanfaatkan untuk mengetahui data kredit perbankan seperti data pokok debitur, plafon kredit, baki debet, kualitas kredit, beban bunga, cicilan pembayaran serta denda atau penalti pinjaman.

SLIK juga bisa memberikan informasi mengenai status agunan serta rincian penjamin kredit. Selain itu, SLIK juga bermanfaat bagi masyarakat untuk mempercepat waktu memperoleh persetujuan kredit. Bagi nasabah baru, khususnya yang tergolong sebagai Usaha Mikro,

Kecil dan Menengah (UMKM), akan mendapat akses yang lebih luas kepada pemberi kredit dengan mengandalkan reputasi keuangannya tanpa harus tergantung pada kemampuan untuk menyediakan agunan. Serta mendorong penerima kredit untuk menjaga reputasi kreditnya.(P-08)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*