Bayi lahir dengan usus keluar perut di RSUD Kepahiang.

Bayi Lahir dengan Usus Terburai

KEPAHIANG– Bupati Kepahiang, Dr. Ir. Hidayattulah Sjahid, MM IPU bersama istrinya, Ny.Efie Dayat mengunjungi dan menyantuni bayi yang lahir dengan usus keluar dari perut di RSUD Kepahiang, pukul 15.00 WIB, Jum’at, (15/11).

Bayi malang buah cinta, Yanti, (41) – Safi’i (60) asal Kelurahan Dusun Kepahiang itu lahir Rabu, (6/11) dengan berat 2,2 kg. Saat dilahirkan, kondisi usus bayi perempuan yang diberi nama Dinda itu berada diluar dinding perut dan  didiagnosa mengalami kelainan Gastroschisis adalah cacat lahir pada dinding perut. Usu bayi itu keluar perut tanpa lapisan pelindung.

Bupati dan istri saat mengunjungi bayi malang di RSUD Kepahiang, Jum’at, (15/11)

Kini, bayi perempuan yang diberi nama Dinda itu masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kepahiang.

Saat menjenguk bayi malang itu, Bupati dan istri memberikan santunan. Bahkan, Bupati meminta agar bayi malang itu dirujuk ke RSUP Dr.M.Hoesen Palembang.

“Saya harap,  rumah sakit ini dapat memberikan penanganan yang maksimal kepada bayi ini. Kondisi seperti ini terjadi yang kedua kalinya di Kepahiang. Nanti, rumah sakit dan Dinas Kesehatan dapat memfasilitasi ataupun membantu merujuk bayi ini ke Palembang atau Jakarta agar mendapat penanganan yang lebih lanjut,”  kata Bupati.

Sementara ibu kandung bayi malang itu,  Yanti (41) mengaku merasakan hal aneh selama kehamilannya. Bahkan ia sudah 4 kali mengcheck kondisi kandungannya dengan alat  USG atau ultrasonografi di dokter kandungan.

Yanti ibu bayi malang.

‘’Pada saat USG dokter tidak menyebutkan bayi saya mengalami kelainan usus diluar dinding perut. Saya baru tahu pada saat bayi saya lahir. Memang berat badannya jauh lebih kecil dibanding bayi pada umumnya, seberat 2,2 kg, tapi masih dalam kategori normal, harapan kami bayi saya dapat di rujuk ke rumah sakit yang di luar Kepahiang,” ungkap Yanti.

Yanti dan suami tergolong kurang mampu. Sehingga keluarga ini belum memiliki kartu jaminan kesehatan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) sehingga menyulitkan Dinda untuk segera dirujuk.

Direktur RSUD Kepahiang dr. Hulman August Erickson mengatakan bayi tersebut masih dirawat intensif di ruang NICU.

“Bayi Dinda saat ini sedang dirawat di ruang NICU untuk mendapatkan penanganan khusus. Sebelum dirujuk harus dipastikan kondisi bayi terutama berat badan. Mengenai BPJS PBI, kami akan berkoordinasi dengan Dinkes maupun pihak BPJS,” tutur Hulman.(rjs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*