BV (37), warga Kelurahan Penurunan yang diduga menjual minuman keras (miras) oplosan ditangkap anggota Sat Reskrim Polres Bengkulu. Dari tangannya, polisi juga mengamankan barang bukti miras merek Whisky sebanyak 142 botol.

Tukang Oplos Miras Ditangkap

BENGKULU – BV (37), warga Kelurahan Penurunan yang diduga menjual minuman keras (miras) oplosan ditangkap anggota Sat Reskrim Polres Bengkulu. Dari tangannya, polisi juga mengamankan barang bukti miras merek Whisky sebanyak 142 botol.

Kapolres Bengkulu AKBP. Prianggodo Heru Kun Prasetyo, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP. Indramawan Kusuma Trisna mengatakan minuman yang dijual tidak sesuai dengan keamanan  pangan dan mutu yang tercantum pada kemasan produk.

“Tersangka ini diamankan belum lama ini pada malam hari. Kenapa pemeriksaan kasus ini lama karena memang harus dilakukan uji produk, melibatkan ahli dari Balai POM dan Kesehatan, apakah benar miras oplosan ini dapat mengganggu kesehatan selanjutnya,” kata Indramawan.

Indramawan melanjutkan, tersangka mengoplos sendiri tidak melewati pabrik maupun  perusahaan. Kasus ini dikuatkan dengan dua ahli dari Balai Pom dan Kesehatan yang menyebutkan kandungan miras untuk etanol tidak terdeteksi. Sedangkan metanol mengandung 41 persen padahal minuman beralkohol yang biasa harusnya tidak boleh lebih dari 0,01 persen,” terang Indramawan.

Apa yang dilakukan oleh pelaku berbanding terbalik dengan hasil olahan yang dilakukan pabrik. Dari pengakuan tersangka, ini sudah lama dan sempat berhenti, “baru beroperasi lagi. Produksi bisa 10 karton dalam sehari,” tutur tersangka.

Miras oplosan itu dipasarkan di wilayah kota karena hitung-hitungan lebih murah. Dalam satu botol itu harga Rp 20 ribu, sedangkan harga yang asli Rp 40 ribu sampai Rp 100 ribu sehingga keuntungan banyak sekali.

Pasal yang dikenakan Pasal 62 J Pasal 8 Ayat (1) Huruf d dan f Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan  Konsumen dengan ancaman 5 tahun.(P-08)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*