Yusri, SE

Fintek, Peluang atau Ancaman?

BENGKULU – Sebagian besar masyarakat, khususnya di Provinsi Bengkulu mungkin masih awam dengan fintek yakni Financial Teknologi. Fintek merupakan perusahaan yang melakukan inovasi di bidang jasa keuangan dengan sentuhan teknologi modern.

Jenis fintek sendiri cukup beragam, mulai dari pengelolaan aset, penggalangan dana, e-money, peer to peer lending, payment gateway, remittance, saham, hingga meliputi bidang asuransi. Namun apakah fintek aman bagi masyarakat menggunakan jasa perusahaan bimtek dalam hal pinjaman modal?

Kamis (14/11) potretbengkulu.com mendengarkan penjelasan dari Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu, Yusri, SE di ruangan kerjanya. Dia mengatakan, bahwa fintek sebenarnya adalah peluang bagi masyarakat asalkan perusahaan tersebut sudah terdaftar dan sudah memiliki izin dari OJK.

“Syarat mendirikan perusahaan fintek, yang pertama sumber uangnya harus jelas jangan sampai dari hasil pencucian uang, judi atau lainnya. Kemudian sudah harus terdaftar dan miliki izin,” jelas Yusri.

Perusahaan fintek kata dia yang sudah terdaftar saat ini sebanyak 127 sedangkan yang sudah berizin baru 113. “Terkait fintek ini OJK sudah membuat aturan yang wajib dipatuhi yakni aturan nomor 77/pojk.01/2016 tanggal 28 Desember,” kata Yusri.

Alasan OJK menerbitkan aturan yang mengatur tentang perusahaan-perusahaan fintek karena belakangan ini pertumbuhan fintek dirasa sangat luar biasa, terutama di wilayah Jawa. “Fintek ini luar biasa tumbuhnya. Akhirnya OJK menerbitkan aturan bagaimana fintek ini diatur,” ujar Yusri.

Berdasarkan penjelasan dari Yusri, kalau mau mendirikan perusahaan fintek harus jelas dulu badan hukumnya PT atau CV. Arau daftar dulu dengan syarat minimal punya modal Rp 1 miliar. “Kemudian dari statusnya terdaftar tadi kita tingkatkan statusnya setiap tahun wajib mengajukan izin ke OJK dan siapkan modal minimal Rp 2,5 miliar,” jelas Yusri.

Ia melanjutkan, setelah perusahaan fintek itu mendapatkan izin dari OJK baru dibuat aturan selanjutnya. Diantaranya, dalam satu perusahaan itu memiliki 1 direksi dan 1 komisaris yang memang sudah betul-betul paham IT. “Setelah terdaftar dan punya izin, wajib melapor per tiga bulan wajib. Soal neracanya, berapa tingkat MPL nya, dan lainnya,” tambah Yusri.

Aturan lain yang tidak kalah penting yang harus ditaati oleh perusahaan fintek yakni tidak boleh mempublis atau menyebarluaskan data pribadi dan atau foto nasabahnya. “Itu bisa dipidanakan kalau dilakukan. Saya juga mengimbau kepada masyarakat, kalau mengetahui ada perusahaan yang tidak legal bisa melapor ke satgas waspada investasi. Satgas itu ada di setiap daerah. Ketuanya OJK. Unsurnya ada dari Pold, Kejati, DPM PTSP dan Kemenag,” demikian Yusri.(P-08)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*