Herwan Antoni

Stunting dan JKN Jadi Fokus Pemerintah

BENGKULU – Memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke-55 tahun 2019, Pemerintah Provinsi Bengkulu komitmen untuk fokus dalam menangani dua hal, yakni masalah stunting dan satu hal lagi yakni soal Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menurut Kadis Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, stunting san JKN memang sudah menjadi isu kesehatan utama yang harus diselesaikan terkait membangun SDM yang berkualitas.

“Menteri Kesehatan meminta kepada seluruh stake holder bidang kesehatan untuk melakukan optimalisasi berbagai sektor, mulai dari sisi pelayanan hingga sisi ketersediaan obat dan alat kesehatan,” kata Herwan.

Dalam pelaksanaan tata kelolanya, dinkes fokus pada pembangunan kesehatan di daerah serta pemanfaatan anggaran yang harus dilaksanakan dan dikelola secara baik, benar dan bertanggungjawab, akuntabel, transparan serta dengan sistem monitoring evaluasi yang ketat sesuai arahan dari Menkes.

Dengan hari Kesehatan Nasional yang ke -55 ini, ia mengajak untuk tingkatkan kebersamaan dalam mewujudkan cita-cita bangsa ini yaitu SDM Maju Indonesia Unggul.

Terkait keresahan sebagian masyarakat Provinsi Bengkulu atas rencana kenaikan tarif biaya BPJS kesehatan mandiri, menurut Herwan kebijakan ini baru akan diberlakukan per 1 Januari 2020 mendatang. Sehinga diharapkan masyarakat tetap membayar iuran seperti biasa.

Terlebih lanjut Herwan, berdasarkan hasil rapat terakhir antara Kementerian Kesehatan RI bersama Komisi 9 DPR RI, bahwa akan diupayakan subsidi terhadap pembayaran iuran BPJS Kesehatan Mandiri tersebut.

“Saat ini kita masih menunggu informasi dari Kementerian Kesehatan. Kita harapkan ada subsidi dari pemerintah pusat nanti bagi peserta-peserta bukan penerima upah atau kepesertaan mandiri,” ungkapnya.(P-08)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*