FPM Sosialisasikan Kespro dan Pencegahan Perkawinan Dini

BENGKULU – Pada tahun 2017 dan 2018 di Provinsi Bengkulu terdapat 16,7% perempuan menikah dini yakni di usia 16 tahun, 9,89% perempuan hamil dibawah usia 16 tahun dan 23,4% perempuan menikah di usia 17-8 tahun di Indonesia. Berdasarkan catatan UNICEF sebanyak 23% terjadi pernikahan di usia anak setiap tahunnya.

Ini salah satu meteri yang dipaparkan salam acara Forum Perempuan Muda Provinsi Bengkulu bersama Women Youth Champion di Gedung Balai Raya Bengkulu, Sabtu (26/10).

Melalui semangat perayaan Sumpah Pemuda 2019 sengaja Forum Perempuan Muda Provinsi Bengkulu berkumpul di dan berdialog sekaligus melakukan pelayanan kesehatan reproduksi dan gizi.

“Kita akan tetap konsisten untuk menyuarakan dan mengevaluasi kualitas Kespro yang tepat dan bermutu bagi perempuan muda di Bengkulu,” kata Kordinator Forum Perempuan Muda Provinsi Bengkulu Lica Feronika.

Ia menjelaskan, beberapa temuan dari penelitian kualitatif menunjukkan kurangnya atau bahkan minimnya pemahaman dan kesadaran mengenai seksualitas serta otonomi perempuan muda terhadap tubuhnya.

Pendidikan mengenai tubuh atau seksualitas tidak dilakukan dalam keluarga karena berbagai alasan dan latar belakang sementara pendidikan di sekolah tidak menjawab masalah tersebut. Ini berdampak pada mempersulit upaya pengendalian jumlah penduduk.

“Kami bagian dari gerak bersama para pemuda Bengkulu terus akan mengatur lokasi kebijakan pemerintah untuk mendekatkan layanan kesehatan seksual reproduksi dan mendorong pengembangan pusat kesehatan seksual reproduksi di puskesmas melalui pemangku agama dan adat bisa menggeser Stigma di masyarakat untuk lebih peduli dan melakukan pendidikan Kespro dengan pendekatan prinsip dasar evaluasi clarification sekaligus memperkuat perspektif HASR khususnya isu kritis yang dihadapi perempuan muda di wilayah masing-masing,” jelas Lica.

Ia melanjutkan, pada perayaan hari sumpah pemuda 2019 pihaknya dari forum perempuan muda Provinsi Bengkulu menyatakan kepada pemerintah daerah provinsi, kota, kabupaten, desa, kelembagaan agama, kelembagaan adat Provinsi Bengkulu untuk segera merancang kebijakan dan melaksanakan rencana aksi daerah tentang pencegahan perkawinan usia dini dan memenuhi hak hak anak atas pendidikan dasar 12 tahun.(P-08)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*