Bandara Fatmawati Bengkulu

Bandara Fatmawati Mulai Dikelola Angkasa Pura II

BENGKULU – Gubernur Bengkulu, Dr. drh. Rohidin Mersyah, M.MA sangat serius dongkrak peremonomian daerah yang dipimpinnya agar berkembang lebih cepat, salah satunya dengan menaikkan status Bandara Fatmawati Soekarno menjadi Bandara Internasional.

Gubernur Bengkulu ke 10 ini, secara intens melakukan lobi dan memperluas komunikasi dengan berbagai pihak, agar bandara dengan status Badan Layanan Umum, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan ini, bisa berkembang dan meningkatkan layanan di bawah pengelolaan PT. Angkasa Pura II (Persero).

Bulan Maret 2019, gebrakan Gubernur Rohidin membuahkan hasil. Bertempat di Balai Raya Semarak Bengkulu, Gubernur Rohidin Mersyah bersama Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin, melakukan Tindak lanjut MoU antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI dengan PT Angkasa Pura II (Persero). Tindak lanjut ini, terkait percepatan serah terima pengoperasian Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kemenhub, kepada PT Angkasa Pura II (Persero).

Di bawah kepemimpinan Gubernur Rohidin Mersyah, bandara Fatmawati Soekarno mulai bersolek, serana penunjang sudah dibangun. Runway berukuran 2.500 x 45 meter yang dimiliki Bandara Fatmawati Soekarno, siap menjadi penggerak ekonomi bagian tengah dan barat pulau Sumetera.

Tanggal 13 Oktober 2019, gebrakan Gubernur Rohidin berbuah Manis. Bandara Fatmawati sah Dikelola PT Angkasa Pura II (persero). Bertempat di Jakarta Pusat, Bandara Fatmawati resmi diserahkan ke Angkasa Pura II oleh Kementerian Perhubungan, melalui skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) aset Barang Milik Negara.

Dengan demikian, mimpi masyarakat Bengkulu untuk memiliki bandara bertaraf internasional segera tersujud. Hal ini tidak lepas dari ide-ide cemerlang Gubernur Rohidin, dalam upaya mendongkrak perekonomian nasional dari pesisir barat pulau Sumatera.(P-08)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*