Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu Kamis (10/10) melakukan pemusnahan barang bukti yakni 500 gram sabu-sabu serta 5,86 gram ganja. Barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus tindak pidana narkotika yang melibatkan tersangka oknum napi di Rutan Malabero.

BNN Musnahkan 500 Gram Sabu dan 5,86 Gram Ganja

BENGKULU – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu Kamis (10/10) melakukan pemusnahan barang bukti berupa 500 gram sabu-sabu serta 5,86 gram ganja. Barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus tindak pidana narkotika yang melibatkan tersangka oknum napi di Rutan Malabero.

Barang bukti itu dimusnahkan dengan cara dibakar dalam mesin khusus untuk pemusnahan barang bukti narkoba yang didatangkan dari BNN pusat. Dimana barang bukti dimasukkan ke dalam mesin lalu dibakar sampai suhu 1.000 derajat celcius sampai menjadi abu.

Kepala BNN Provinsi Bengkulu Brigjend. Pol. Agus Riansyah dalam kesempatan itu membeberkan bahwa barang bukti itu didapat berawal dari penyelidikan yang dilakukan secara terus menerus.

sabu dan ganja yang dimusnahkan dengan alat bersuhu 1000 derajat celcius yang didatangkan dari BNN Pusat.

“Petugas BNNP mengamankan satu tersangka inisial RA yang membawa sabu dari Medan menuju Bengkulu dengan menumpang bus AKAP Putra Rafflesia. Setelah ditangkap, petugas juga mengamankan tersangka lainnya inisial IB yang pada saat itu akan menjemput RA,” cerita Agus.

Ia melanjutkan, dari dalam tas IB ditemukan satu paket narkotika jenis ganja. “Dari hasil penyidikan, diketahui bahwa para tersangka dikendalikan oleh narapidana Rutan Malabero bernama inisial HA alias Yanto,” beber Agus.

Perbuatan tersangka diatur dan diancam dalam Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika pasal 114 ayat (2) dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

“Dengan pemusnahan barang bukti ini setidaknya BNN Provinsi Bengkulu menyelamatkan kurang lebih 2.530 anak bangsa dari penyalahgunaan narkotika,” kata Agus.

Hadir dalam acara pemusnahan barang bukti itu Plh Sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri yang dalam kata sambutannya mengajak seluruh lapisan masyatakat untuk sama-sama dengan aparat kepolisian baik di Polda maupun BNN mencegah dan memberantas peredaran atau penyelahgunaan narkotika.

“Penduduk kita nomor 4 terbesar di dunia. Narkoba ini memang laris manis dipasarkan di Indonesia karena pangsa pasarnya sangat menjanjikan. Sampai ke kalangan mahasiswa dan di desa-desa. Bahkan pendodos sawit pun sudah ada yang menggunakan narkoba ini. Kita harus ada sikap yang tegas dan jelas. Ini menyangkut kesinambungan Provinsi Bengkulu ke depannya. Tidak ada kata lain selain kita berantas ini secara kolaborasi, menyatu dengan masyarakat. Kalau tidak bersama, kita akan kesulitan,” demikian Hamka.(P-08)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*