Media Gathering yang digelar oleh LPS bersama media di Bengkulu, Rabu (9/10) siang di Santika Hotel.

LPS Hadir untuk Menjaga Kepercayaan Masyarakat Terhadap Perbankan

BENGKULU – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) gencar menggelar sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang peran dan fungsi dari LPS yang merupakan lembaga independen pemerintah, termasuk mengedukasikan kepada media.

Seperti dalam acara Media Gathering yang digelar oleh LPS bersama media di Bengkulu, Rabu (9/10) siang di Santika Hotel, pihak LPS dan dua orang narasumber memberikan sosialisasi dan edukasi kepada wartawan dari puluhan media baik cetak, elektronik dan online.

Pada intinya, seperti disampaikan oleh Sekretaris LPS M.Yusron bahwa peran dan fungsi LPS dalam sistem perbankan Indonesia adalah untuk menjamin uang nasabah di bank.

“Kita hadir untuk menjamin uang nasabah di bank. LPS harus membayar simpanan milik nasabah. Dalam 20 hari kerja harus jelas statusnya apakah layak bayar atau tidak. Kita akan melihat apakah nasabah yang bersangkutan ikut berperan menjadi penyebab bank itu gagal (bangkrut) karena kredit bermasalah,” ujar Yusron.

Ia mengatakan LPS juga akan go to kampus untuk mengedukasi mahasiswa tentang peran dan fungsi dari LPS karena LPS tujuannya mengajak masyarakat menabung di bank.

“Kegiatan sosialisasi LPS seperti ini untuk mengelola keuangan secara bijak. Sebagai bagian dari kestabilan sistem perekonomian di Indonesia sekaligus LPS menjamin hubungan baik dengan media maka digelar acara Media Gathring,” ujar Yusron sembari mengatakan

LPS lembaga pemerintah yang dibentuk berdasarkan UU nomor 24 thn 2004 ditugaskan untuk penjaminan penyimpanan uang bagi nasabah.

“Belajar dari pengalaman tahun 1998, ada 16 bank ditutup dan banyak nasabah mengantri. Dari situ pemerintah menyadari pentingnya penjaminan. Menjaga kepercayaan masyarakat trhadap perbankan maka dibentuklah LPS. Dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh masyarakat Indonesia,” jelas Yusron.

Ia mengatakan bahwa di Bengkulu ini sudah ada 1 bank yang telah ditangani LPS yakni bank Syafir. “Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi bank yang ditangani oleh LPS seperti bank Syafir,” demikian Yusron.

Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta dari para wartawan dengan kedua narasumber yang dihadirkan yakni Budi Joyo Santoso dan Prof. Kamaludin.(P-08)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*