Wawali mengundang Walikota Pekalongan dan pengrajin batik Pekalongan untuk karnaval batik besurek 2019.

Wawali Ajak Pengrajin Batik Pekalongan Hadiri Karnaval Batik Bengkulu

BENGKULU – Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi mengajak pengrajin batik Pekalongan untuk hadir dalam karnaval batik basurek yang digelar di Kota Bengkulu, 9 – 10 November 2019. Hal ini disampaikannya saat menghadiri pekan batik pekalongan 2019, Senin (7/10).

“Kami sudah mengundang Walikota Pekalongan serta para pengrajin Pekalongan untuk hadir pada karnaval batik basurek di Bengkulu,” kata Dedy.

Dedy mengatakan Pekalongan merupakan salah satu pusat batik terbesar dan kota kreatif dunia. Oleh karena itu, Bengkulu juga harus banyak belajar dari Kota Pekalongan untuk bagaimana mengembangkan batik basurek yang kita miliki.

“Kita belajar bagaimana cara mengembangkan batik basurek. Di Pekalongan ada batik sudah jadi baju harganya hanya Rp. 85.000, upah jahit bajunya 15 – 25 ribu, harganya bersaing. Ini menjadi tantangan kedepan agar batik basurek bisa seperti yang ada  di Pekalongan,” jelas Dedy.

Lebih lanjut, ia menambahkan untuk mengembangkannya perlu adanya kreatifitas pada batik basurek tersebut. “Kita ingin batik basurek terus berkembang kreasinya, jangan seperti yang ada saat ini aja. Jika semuanya berkembang tumbuh, Insya Allah batik basurek bisa mendunia,” ungkapnya.

Dalam menghadiri pekan batik Pekalongan Tahun 2019, Dedy bersama istri disambut Walikota Pekalongan M. Saelany Machfudz. Dalam kesempatan ini, Dedy berkesempatan melihat pameran karya kreasi batik Kota Pekalongan.(P-08)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*