Ir Ricky Gunarwan

Targetkan Petani Panen 5 Ton Cabai/Tahun

BENGKULU – Setiap petani cabai di Bengkulu ditargetkan bisa menghasilkan 5 ton cabai setiap tahunnya dalam satu hektar ladang yang dimiliki. Dengan harapan hasil panen cabai di Provinsi Bengkulu bisa mencapai 850 ton setiap tahunnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Ir Ricky Gunarwan mengatakan, total luas tanaman cabai di Bengkulu mencapai 170 hektar yang dikelola oleh ratusan petani.

Pemerintah telah memberikan target panen sebanyak 5 ton cabai per hektare setiap tahunnya kepada mereka. Sehingga jika dikalkulasikan dengan total luas lahan maka hasil panennya bisa mencapai 850 ton setiap tahunnya.

“Kita optimis produksi cabai di Bengkulu tinggi, sehingga harganya tetap stabil,” kata Ricky, Rabu (18/9).

Seperti diketahui, saat ini harga cabai di pasar mulai stabil dikisaran Rp 40 ribu per kilogram. Harga tersebut mengalami penurunan yang cukup signifikan sejak beberapa bulan terakhir yang sempat menyentuh Rp 80 ribu per kilogram. “Untuk harga cabai saat ini sudah stabil, ini akibat pasokan yang cukup banyak di Bengkulu,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pasokan yang banyak tersebut terjadi karena Pemerintah telah melakukan pengadaan 170 hektare lahan cabai sejak beberapa tahun terakhir. Dimana ratusan hektare lahan tanaman cabai tersebut tersebar di enam kabupaten di Provinsi Bengkulu.

Rinciannya, Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur masing-masing seluas 20 hektare, Rejang Lebong dan Kepahiang masing-masing seluas 40 hektare, Bengkulu Utara seluas 20 hektare, dan Mukomuko seluas 30 hektare.

“Kita berharap jumlah luas tanaman cabai di Bengkulu bisa terus bertambah, sehigga menjadikan daerah ini sebagai sentra produksi cabai di Sumatera,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu, H Lierwan SE mengaku, pihaknya setuju jika Bengkulu bisa menjadi daerah penghasil cabai terbesar di Sumatera.

Bahkan program tersebut sudah dicanangkan sejak lama oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu. Namun hingga saat ini belum terealisasi dengan baik karena masih terkendala dengan dana yang terbatas.

“Kami optimis Bengkulu bisa menjadi salah satu sentra penghasil cabai, bahkan Malaysia bersedia menerima cabai asal Bengkulu, saat ini masih sedang dalam proses,” demikian Lierwan.(P-08)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*