Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu dalam seminggu ini berhasil mengungkap jaringan narkotika jenis sabu yang dikendalikan dari dalam Lapas dan Rutan Malabero Bengkulu. Empat tersangka berhasil dibekuk.

BNN Ungkap Pengendali Sabu dari Lapas

BENGKULU – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu dalam seminggu ini berhasil mengungkap jaringan narkotika jenis sabu yang dikendalikan dari dalam Lapas dan Rutan Malabero Bengkulu. Empat tersangka berhasil dibekuk.

Keberhasilan BNN Provinsi ini diekspose langsung oleh Kepala BNN Provinsi Bengkulu Brigjend. Pol. Agus Riansyah, Selasa (17/9). Dikatakannya bahwa total barang bukti sabu-sabu yang diamankan seberat 740,3 gram.

Didampingi Kabid Berantas AKBP. Alexander, disampaikan bahwa dua tersangka yang pertama kali ditangkap inisial Ha dan oknum napi di lapas Mr.X (nama masih disamarkan). Sedangkan dua tersangka lagi ditangkap tanggal 15 September yakni inisial Er dan Bi.

“Tersangka Mr.X oknum napi yang ngendalikan peredaran narkotika dengan modus operandi sabu disimpan dalam kotak sepatu. Ada sabu seberat 6 ons di dalam kotak sepstu itu dengan berat bersih 240 gram,” ungkap Agus.

Ia melanjutkan, Kronologisnya kasus yang pertama berawal adanya info masyarakat, tim BNN melakukan penagkapan terhadap tersangka Ha yang ngambil sebuah paket yang dikirim dari Pekan Baru di salah satu travel Kelurahan Padang Jati.

Saat digeledah ada 1 kotak sepatu warna orange.  Di dalamnya berisi sepatu bekas warna hitam dan di dalam sepatu ada sebungkus plastik dibalut lakban coklat berisi sabu seberat 240,30 gram. Selain sabu, barang bukti lain yang diamankan 1 unit motor Yamaha Mio BD 3272 YC, satu buah timbangan digital, satu lembar catatan penjualan sabu, dan sebuah Hp Samsung lipat. “Ini yang ngendalikan napi mr X dalam lapas,” kata Agus.

Kasus yang kedua diungkap BNN Minggu, 15 September di simpang empat Kompi. Penangkapan dilakukan terhadap trrsangka inisial Er yang membawa 500 gram sabu dalam tas. “Dia membawa sabu dari Medan menumpang bus Putra Rafflesia. Pukul 13.00 WIB petugas mengamankan tersangka lainnya inisial Bi yang pada saat itu akan menjemput Er. Dalam tas tersangka Bi ada satu paket ganja. Diketahui bahwa mereka dikendalikan oleh salah satu tahanan di dalam rutan Malabero,” beber Agus.

Terhadap keempat tersangka pengedar narkoba yang berhasil ditangkap ini dikenakan pasal 114 ayat 2 sub pasal 112 ayat 2 lebih sub pasal 111 ayat 1 uu ri 35 tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati.

“Mereka ini semuanya adalah pemain lama dan residivis. Nggak kapok-kapok. Jadi hukuman terberatnya adalah hukuman mati atau hukuman seumur hidup,” tutup Agus.(P-08)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*